LombokPost-Bangunan SDN 1 Gerung Utara terlihat kontras dengan gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Patut Patuh Patju.
Bangunan IGD RSUD Lobar ini terlihat megah, sementara SDN 1 Gerung Utara yang berada di depannya atapnya terlihat karatan.
”Tidak berani kita rehabilitasi karena ada informasi sekolah ini akan direlokasi,” kata Baiq Marzana, guru setempat, Selasa (6/2).
Diutarakan, pihak sekolah khawatir ketika sudah bagus sekolah yang berada di Jalan Gatot Subroto, Gerung Utara nantinya malah direlokasi.
”Makanya sampai sekarang tak ada bantuan karena katanya akan direlokasi,” tutur perempuan berjilbab ini.
Dikatakan, rencana relokasi sekolah turut membuat wali murid resah.
”Orang tua terus bertanya-tanya terkait rencana relokasi sekolah,” cetusnya.
Kepala SDN 1 Gerung Utara Sabariah sudah melakukan berbagai perbaikan ringan untuk mengantisipasi air masuk kelas saat musim hujan.
”Atap yang bolong sudah kita tembel. Selain itu, kami juga sudah menjebol tembok di belakang agar air hujan yang masuk ke sekolah langsung ke saluran yang ada di belakang,” terangnya.
Diutarakan, jika sekolah ini direlokasi harus ada fasilitas lengkap di tempat yang baru. Seperti sarana dan prasarana dan luas lahan paling tidak harus sama.
”Ini sekolah besar dengan jumlah murid yang cukup banyak,” ujarnya.
Dia menyebutkan, sekolah yang dipimpinnya ini memiliki 18 rombongan belajar (rombel) dari kelas I hingga kelas VI. Rata-rata jumlah murid per kelas 28 sampai 32 orang.
”Kalau jumlah murid per kelas 35 ke atas kita pakai dua guru yang mengajar,” pungkasnya. (jay/r9)
Editor : Kimda Farida