LombokPost-Sebagai sekolah ramah anak, SMAN 9 Mataram memberikan pelayanan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK).
”Kami di sini punya guru pembimbing khusus untuk melayani ABK,” kata Kepala SMAN 9 Mataram Hj I Nengah Istiqomah, Senin (12/2).
Dia memastikan pelayanan pendidikan di sekolah tidak boleh ada perbedaan dan menjamin hak pendidikan setiap anak tanpa ada kekerasan.
”Ini sudah ada pergub-nya,” tutur perempuan berjilbab ini.
Dia menuturkan, sejauh ini pemerintah belum bisa memberikan pelayanan maksimal kepada sekolah reguler yang memberikan layanan pendidikan inklusif.
Sebagian besar sekolah reguler tidak memiliki fasilitas bagi ABK.
”Beda dengan Sekolah Luar Biasa (SLB) yang memang didesain untuk ABK,” ucapnya.
Kendati demikian, semua satuan pendidikan tidak boleh menolak ABK dan sekolah reguler harus memberikan layanan pendidikan inklusif.
Sistem layanan pendidikan yang terbuka, mengakomodasi dan memberikan kesempatan kepada semua siswa yang membutuhkan pendidikan layanan khusus untuk mengikuti pendidikan tanpa diskriminatif.
”Persoalannya tidak semua sekolah memiliki fasilitas dan SDM untuk layanan pendidikan inklusif,” ucapnya.
Dia menyebutkan, ABK yang masuk sekolah reguler harus ada asesmen terlebih dahulu sehingga sekolah bisa tahu apa yang menjadi kebutuhan ABK.
”Kalau tidak bisa kita tangani kita sarankan masuk SLB,” ucapnya.
Menurutnya, pengisian instrumen bagi ABK yang masuk sekolah reguler perlu dilakukan.
Seperti di SMAN 9 Mataram ada siswa yang slow learner diberikan pembinaan khusus.
”Kita ada pengayaan bagi siswa yang memiliki hambatan belajar,” ujarnya.
Ditambahkan, sejumlah guru sudah mengikuti diklat GPK. Jadi guru ini akan melakukan asesmen kepada ABK yang akan daftar pada penerimaan peserta didik baru.
”Kami juga kerja sama dengan SLB untuk layanan pendidikan inklusif,” pungkasnya. (jay/r9/*)
Editor : Kimda Farida