Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Hasilkan Lulusan yang Berkompeten, SMKN 4 Mataram Terapkan Tefa

Ali Rojai • Senin, 19 Februari 2024 | 15:50 WIB
TEACHING FACTORY: Dua siswa SMKN 4 Mataram melayani pengunjung di Kafe Tepa sekolah setempat, Sabtu (17/2) lalu. (ROJAI/LOMBOK POST)
TEACHING FACTORY: Dua siswa SMKN 4 Mataram melayani pengunjung di Kafe Tepa sekolah setempat, Sabtu (17/2) lalu. (ROJAI/LOMBOK POST)

LombokPost-SMK merupakan salah satu jenjang pendidikan menengah dengan kekhususan mempersiapkan lulusannya siap bekerja.

Pemerintah berupaya agar lulusan SMK dapat siap bekerja di dunia kerja atau industri dengan memperkuat kemampuan matematika terapan dan sains terapan, memperkuat kemampuan berwirausaha, memperkuat kemampuan berbahasa nasional dan internasional.

Lulusan SMK juga telah diperkuat kemampuan dasar TIK dan melaksanakan teaching factory.

Secara konseptual, pembelajaran teaching factory (Tefa) adalah model pembelajaran di SMK berbasis produksi atau jasa yang mengacu pada standar dan prosedur yang berlaku di industri dan dilaksanakan dalam suasana seperti di industri.

Salah satu sekolah yang menerapkan model pembelajaran Tefa yakni SMKN 4 Mataram.

Pelaksanaan Tefa dilakukan pada kelas XI Tata Boga dan Perhotelan dengan melaksanakan sistem yang terjadwal tiap pekan.

Sistem ini memungkinkan pelaksanaan praktik pembelajaran mendapatkan porsi waktu penuh.

Kompetensi yang dibidik pada jurusan perhotelan room service, front office, housekeeping, dan laundry.

Sedangkan pada jurusan tata boga  service, front office, dan membuat berbagai produk makanan dan minuman.

Uji kegiatan tersebut dilaksanakan tiap pekan oleh siswa kelas XI Tata Boga dan Perhotelan.

”Selain kita servis tamu yang datang di Kafe Tefa, kami juga membuat berbagai produk makanan untuk dijajakan di kantin,” kata Elisa, siswa kelas XI SMKN 4 Mataram usai melayani pesanan pengunjung, Sabtu (17/2) lalu.

Dia menuturkan, siswa yang bertugas di Kafe Tefa beda-beda tiap harinya.

Dengan apa yang dilakukan tiap hari di sekolah  ia tidak hanya tahu bagaimana membuat produk berbagai makanan dan minuman.

Melainkan, bagaimana bisa memberikan pelayanan kepada para pengunjung.

”Ini menjadi pembelajaran yang berharga bagi kami. Sehingga ketika masuk industri kami tidak kaget,” tutur siswi berjilbab ini.

Kepala SMKN 4 Mataram Iwan Supriadi menuturkan, dengan diaplikasikannnya Tefa siswa diharapkan menjadi lulusan kompeten sesuai dengan kebutuhan Dunia Usaha Dunia Industri dan Dunia Kerja (DUDIKA).

Memiliki kompetensi yang andal, soft skill, dan hard skill yang terus berkembang.

”Keberadaan sekolah diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi melalui kegiatan kewirausahaan atau bekerja di Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI),” kata Iwan.

Dia berupaya untuk melaksanakan pembelajaran Tefa agar siswa dapat belajar dan menguasai keahlian serta keterampilan sesuai dengan kompetensinya masing-masing.

Yang dilaksanakan sesuai prosedur dan standar kerja industri sesungguhnya.

”Dengan adanya program Tefa sinergi antara guru dan siswa semakin kuat untuk mendapatkan lulusan yang sesuai kebutuhan industri dan dunia kerja saat ini,” pungkasnya. (jay/r9)

Editor : Kimda Farida
#tefa #SMKN #tik