Bahkan, di beberapa bentuk amaliyah, niat hukumnya wajib.
Seperti hendak melaksanakan solat lima waktu maupun solat sunah, berwudhu, mandi junub, dan lain sebagainya.
Termasuk juga ketika hendak melaksanakan ibadah puasa wajib di Bulan Ramadan.
Syariat mewajibkan untuk berniat di dalam hati sebelum berpuasa.
Kapan niat dibacakan?
Dikutip dari NU Online, pembacaan niat tidak wajib hukumnya untuk dilafalkan secara lisan, cukup di dalam hati.
Sementara yang diucapkan itu adalah lafaznya.
Untuk waktu memasang niat, masih banyak yang bingung.
Biasanya, niat puasa dibaca pada malam hari setelah salat witir dan salat tarawih.
Tetapi ada juga pendapat yang menyebutkan, bahwa sebaiknya niat puasa dibacakan sebelum tidur. Yaitu dibaca setelah membaca doa tidur.
Merujuk pada Mazhab Syafi'i, niat puasa harus dilakukan pada malam hari.
Namun, tak ada waktu khusus kapan niat puasa dibacakan.
Jadi, bisa dibaca sesaat setelah solat tarawih, sebelum tidur, atau sebelum sahur.
Tetapi tidak sah jika dibacakan setelah fajar tiba.
Ini merujuk pada hadist Nabi yang diriwayatkan Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majjah dari Hafsah yang berbunyi sebagai berikut:
مَنْ لَمْ يُبَيِّتِ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَحْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ
Artinya:
"Siapa saja yang tidak berniat puasa pada malam hari sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya."
Tetapi ketentuan ini berlaku pada puasa Ramadan.
Sebab, niat puasa sunah lainnya dapat dibacakan di waktu selain malam hari. Bahkan bisa membaca setelah terbit fajar.
Berikut bacaan niat Puasa Ramadan dan artinya:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى
Artinya: “Saya berniat puasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadan tahun ini, karena Allah ta'ala. (bib)
Editor : Kimda Farida