LombokPost-Sebagai sekolah berbudaya lingkungan, SMPN 9 Mataram menyulap barang-barang yang tidak memiliki nilai jual menjadi kursi dan meja.
Kepala SMPN 9 Mataram Fahrurazi mengatakan, pembuatan kursi dan meja dilakukan dengan cara mengumpulkan sampah seperti bekas bungkus jajan, permen, minuman, sabun cuci, sosis atau yang lainnya.
Lalu dijadikan ecobrick yakni botol plastik yang terisi potongan-potongan sampah plastik.
”Ini kemudian dibentuk oleh siswa menjadi kursi dan meja,” tuturnya.
Dia berharap dengan kegiatan ini siswa bisa menjadi bagian dari penyelamat sampah dan dapat mendorong upaya pengelolaan sampah pada lingkungan sekitar.
”Kita berharap pemanfaatan sampah di sekolah bisa diterapkan di lingkungan tempat tinggal siswa,” harapnya.
Dia merasa bangga karena siswanya berhasil menyelamatkan limbah plastik yang dimanfaatkan menjadi objek cantik dan menarik.
”Kursi dan meja kita manfaatkan di ruang perpustakaan dan laboratorium,” pungkasnya. (jay/r9)
Editor : Kimda Farida