LombokPost-SDN 1 Ampenan menyalurkan zakat fitrah kepada guru dan pegawai honorer di sekolah setempat.
Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian murid terhadap guru dan pegawai honorer di sekolah.
”Selain mensucikan diri setelah menunaikan ibadah di Bulan Ramadan, kegiatan ini juga melatih kepedulian murid,” kata Kepala SDN 1 Ampenan Suharni, Rabu (3/4).
Zakat fitrah dari murid tidak hanya disalurkan ke pegawai dan guru honorer SDN 1 Ampenan.
Namun juga ke Panti Asuhan Pejeruk, dan masyarakat Lingkungan Tangsi yang kurang mampu.
”Ada juga surat masuk dari LAZ DASI NTB,” kata Suharni.
Diutarakan, panitia pengumpulan zakat fitrah di sekolah sudah dibentuk sejak beberapa hari lalu.
Dari total 516 murid, ada 400 murid muslim yang diminta mengumpulkan zakat fitrah.
”Murid ini kita minta mengeluarkan beras sama-sama 2,5 kilogram,” terang perempuan berjilbab ini.
Dikatakan, zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap umat muslim yang harus ditunaikan sebelum Idul Fitri.
”Selain untuk mensucikan diri setelah menunaikan ibadah di Bulan Ramadan, zakat fitrah juga bentuk kepedulian terhadap orang yang kurang mampu. Membagi rasa kebahagiaan dan kemenangan di hari raya yang dapat dirasakan semuanya, termasuk masyarakat kurang mampu,” urainya.
Nurhayati, seorang guru setempat mengatakan, selain penyaluran zakat fitrah, juga ada pembagian takjil di depan sekolah yang dilakukan murid kelas VI dan wali murid.
Paket takjil dikumpulkan murid masing-masing kelas.
”Di kelas VI saja ada 300 paket takjil yang terkumpul,” pungkasnya. (jay/r9)
Editor : Kimda Farida