LombokPost-Ikatan Guru Indonesia (IGI) menggelar rapat kerja nasional (Rakernas). Kegiatan dengan tema ”Harmonis, Bergerak, dan Berkelanjutan” ini dibuka Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB H Aidy Furqan di Same Hotel, Kota Mataram, Sabtu (11/5) lalu sukses digelar.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum IGI Danang Hidayatullah dan jajarannya. Serta ketua dan sekretaris IGI wilayah se-Indonesia.
”Peserta yang hadir ini dari 37 provinsi,” kata Ketua IGI NTB Nengah Istiqomah.
Diutarakan, ada dua agenda yang dilaksanakan pada Rakernas kali ini. Pertama, Rakernas kepengurusan IGI.
Kedua, pelatihan peningkatan kompetensi guru dan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
Adapun narasumber diantaranya pihak Kemendikbudristek, Kepala Dikbud NTB H Aidy Furqan, dan ketua IGI NTB.
Dikatakan Istiqomah, Rakernas IGI tiap tahun diadakan. Kali ini diadakan di Kota Mataram, NTB. Sementara untuk tahun depan belum ditentukan akan dilaksanakan di mana.
”Ini belum ditentukan,” ucapnya.
Dia menyebutkan, Rakernas ini dilaksanakan dalam dua metode. Yakni, luar jaringan (luring) pada 10-12 Mei dan dalam jaringan (daring) pada 26-28 April.
”Tujuan dari Rakernas untuk meningkatkan pengetahuan, wasasan, dan kompetensi guru,” jelasnya.
Rakernas menghimpun ide-ide dan memperkuat sinergitas melalui program yang efektif, efisien, dan tepat sasaran.
Pada Rakernas ini Istiqomah yang juga sebagai narasumber menyampaikan terkait Sekolah Ramah Anak (SRA).
Bagaimana sikap guru terhadap siswa. Di sekolah sebut dia, tidak hanya membangun fisik saja, namun bagaimana membangun mental. Sehingga, tumbuh jiwa raga yang sehat.
”Sekolah sehat akan membuat rasa aman, nyaman, aman, indah, dan asri,” cetusnya.
Kepala Dikbud NTB H Aidy Furqan memberikan motivasi kepada guru yang tergabung dalam IGI untuk terus meningkatkan mutu pendidikan.
”Pendidikan tak akan maju jika tidak dipegang orang yang tidak memiliki kompetensi,” cetusnya.
Menurutnya, dalam proses pembelajaran ada metode dan tekniknya.
Dibutuhkan inovasi guru memanfaatkan media pembelajaran guna meningkatkan mutu pendidikan. (jay/r9)
Editor : Rury Anjas Andita