Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

SMAN 1 Gerung Ditetapkan Kembali Sebagai Sekolah Adiwiyata

Ali Rojai • Rabu, 15 Mei 2024 | 13:20 WIB
TABUNGAN SAMPAH: Tim Zero Waste SMAN 1 Gerung mendata sampah yang diserahkan siswa di sekolah, belum lama ini.
TABUNGAN SAMPAH: Tim Zero Waste SMAN 1 Gerung mendata sampah yang diserahkan siswa di sekolah, belum lama ini.

LombokPost-SMAN 1 Gerung kembali ditetapkan menjadi sekolah adiwiyata 2024 oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

”Sejak tahun 2012 kita ditetapkan menjadi sekolah adiwiyata,” kata Ketua Tim Sekolah Sehat dan Bersih SMAN 1 Gerung H Kamari, pada Lombok Post.

Smanger sebutan SMAN 1 Gerung menjadi sekolah adiwiyata nasional 2024 tertuang dalam keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor 6721 tahun 2024.

Ia menyebutkan, predikat sekolah adiwiyata diperpanjang setiap empat tahun.

Tahun ini Smanger kembali mendapat perpanjangan menjadi sekolah adiwiyata karena dinilai masih melakukan penghijauan dan pengolahan sampah.

Selain itu, ada kegiatan kebersihan kelas dengan mengumpulkan sampah.

”Ini tetap kita lakukan,” cetus Kamari.

Menurutnya, kegiatan dilakukan sekolah terkait penghijauan dan pengolahan sampah masih aktif dilakukan.

Sehingga mendapat perpanjangan sebagai sekolah adiwiyata.

Untuk sampah sebut dia, dikumpulkan dan dipilah di sekolah.

Sampah organik dari dedaunan, rumput, dan batang pohon diolah menjadi pupuk kompos untuk dijual.

”Pupuk kompos sudah kita pasarkan keluar. Kalau dedaunan dan rumput banyak bisa kita hasilkan satu kwintal pupuk kompos,” jelas perempuan berjilbab ini.

Sementara, sampah an organik belum dimanfaatkan maksimal.

Sebagian besar dijual ke luar.

”Hanya beberapa yang kita buat menjadi kerajinan seperti vas bunga, kursi, dan ecobrick,” pungkasnya.

Kepala SMAN 1 Gerung Ridwan Helmy menambahkan, setiap hari siswa memilah dan menyetor sampah anorganik melalui bank sampah sekolah dan dicatat sebagai tabungan kelas.

”Sampah yang ada di kelas dipilah dan disetor sebagai tabungan,” pungkasnya. (jay/r9)

Editor : Kimda Farida
#Kebersihan #SMAN #Gerung