LombokPost-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB luncurkan program Infak Pendidikan.
Langkah ini guna mencegah anak putus sekolah karena terkendala biaya.
”Ini sudah kami luncurkan pada AISO (Anugerah Istimewa Sekolah) 2024,” kata Kepala Dikbud NTB H Aidy Furqan pada Lombok Post, Sabtu (18/5) lalu.
Diutarakan, program Infak Pendidikan akan membantu siswa jenjang SMA sederajat yang kurang mampu dan rentan putus sekolah karena faktor ekonomi keluarganya.
Dengan program ini siswa dapat terbantu menyelesaikan pendidikannya.
”Banyak kita dengar siswa tidak bisa melanjutkan karena tidak ada tas, sepatu, dan baju sekolah,” kata Aidy.
Ia menyebutkan, program Infak Pendidikan ini didorong setelah mendalami permasalahan masyarakat NTB.
Ada dua tantangan terbesar, yakni kemiskinan ekstrem dan angka putus sekolah.
”Bagaimana kita menyelamatkan agar anak yang terkendala ekonomi bisa melanjutkan sekolah,” tuturnya.
Program Infak Pendidikan ini nanti akan bekerja sama dengan salah satu bank. Sistem program ini nantinya mirip sumbangan kotak amal tanpa ada paksaan.
Siswa dan guru nantinya bisa menginfakkan Rp 2 ribu setiap Jumat dan laporannya akan dilakukan sekolah setiap sebulan sekali.
”Nanti sekolah membuat laporan,” ucapnya.
Tidak hanya di sekolah, namun juga program ini akan menyasar Dikbud NTB dan lembaga pendidikan lainnya.
”Saya rasa ini cukup bagus untuk memutus rantai anak putus sekolah. Kami juga di di dinas akan menjalankan program ini,” cetusnya.
Ia menambahkan, program Infak Pendidikan tidak akan dilakukan setiap hari. Namun pada hari Jumat pada kegiatan Imtak (Iman dan takwa).
Siswa dan guru bisa menyisakan rezekinya Rp 2 ribu setiap Jumat.
”Ini tidak ada paksaan. Siapa pun boleh berinfak,” pungkasnya. (jay/r9)
Editor : Redaksi Lombok Post