Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

SMKPPN Mataram Gelar Workshop Penyelarasan Pembelajaran Berbasis Dunia Kerja

Ali Rojai • Selasa, 4 Juni 2024 | 17:35 WIB
TINGKATKAN KAPASITAS: Para guru SMKPPN Mataram mengikuti workshop penyelarasan pembelajaran berbasis dunia kerja program SMK Pusat Keunggulan skema reguler di sekolah.(SMKPPN MATARAM FOR LOMBOK POST)
TINGKATKAN KAPASITAS: Para guru SMKPPN Mataram mengikuti workshop penyelarasan pembelajaran berbasis dunia kerja program SMK Pusat Keunggulan skema reguler di sekolah.(SMKPPN MATARAM FOR LOMBOK POST)

LombokPost-SMKPPN Mataram mengadakan workshop penyelarasan pembelajaran berbasis dunia kerja.

Ini merupakan program SMK Pusat Keunggulan skema reguler.

Workshop berlangsung selama dua hari mulai kemarin (3/6) di Gedung Dewi Sri SMKPPN Mataram.

Sekolah mendatangkan Direktur CV Arjuna Flora  Luki Budiarti sebagai narasumber. Selain itu, ada pengawas Dikbud NTB yang juga menjadi pemateri agar kurikulum yang ada di sekolah selaras dengan dunia kerja.

Workshop ini dibuka Kepala Cabang Pendidikan (KCD) Mataram-Lombok Barat Mujahiddin.

Ia meminta para guru menjalankan tugasnya dengan maksimal dan profesional.

”Guru-guru harus aktif menjalankan Platform Merdeka Mengajar (PMM),” pintanya.

Kepala SMKPPN Mataram Sugiarta mengatakan, workshop penyelarasan pembelajaran berbasis dunia kerja salah satu program SMK Pusat Keunggulan yang diberikan kepada SMKPPN Mataram.

”Ini tahun ketiga kami sebagai SMK Pusat Keunggulan dari Kemendikbudristek,” katanya.

Pada tahun ini lanjut dia, SMKPPN Mataram memiliki program penyelerasan kurikulum dengan dunia kerja dan bursa kerja.

Sehingga nantinya pembelajaran yang ada di sekolah sesuai dengan dunia kerja.

Selain itu, workshop ini diadakan karena industri sebagai tempat magang siswa selama enam bulan. Jadi, bagaimana merencanakan kurikulum selama di industri.

”Kita harus lebih awal mempersiapkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan industri. Kami juga ada perpanjangan kerja sama dengan industri pada workshop ini,” tuturnya.

”Workshop ini juga sekaligus menjadi ajang sosialisasi apa yang kita lakukan. Sehingga nantinya industri siap menampung lulusan,” imbuh Sugi, sapaan karibnya.

Diutarakan, pada workshop ini juga diharapkan mengubah mindset guru.

Ada gambaran apa yang akan dilakukan anak-anak di lapangan terkait soft skill.

”Siswa harus mengikuti industri seperti pembentukan mental. Jauh hari sebelumnya kami mengundang industri menyusun program ini. Bagaimana pola kerja di lapangan mulai dari pembibitan hingga mengemas produk. Semua ini harus bisa dilakukan siswa,” terangnya.

Tak hanya industri di Kota Batu,  namun juga industri di Kabupaten Pasuruan.

Yang mengintegrasikan tanaman jeruk, sayur, budidaya ayam, dan sebagainya.

”Di sini anak-anak diajarkan bagaimana mengolah buah,” ucapnya.

Pada dunia industri anak-anak akan dihadapkan dengan berbagai pilihan yang selaras dengan kurikulum yang didapatkan di sekolah. Penyusunan kurikulum harus selaras dengan industri.

”Kalau anak-anak ingin membuka usaha sudah ada pengalaman. Misalnya pengolahan jeruk kering, pisang, dan buah-buahan lainnya,” pungkasnya.

Waka Kurikulum SMKPPN Mataram Tulasmoko Putranto menambahkan, workshop ini  bertujuan untuk menyelaraskan kurikulum pembelajaran dengan dunia industri.

Sehingga ketika anak-anak magang sudah memiliki skill yang dibutuhkan industri.

”Ini untuk menyinergikan kurikulum di sekolah dengan industri guna penyerapan lulusan,” pungkasnya. (jay/r9)

Editor : Rury Anjas Andita
#SMKPPN #Mataram