LombokPost-Perkembangan literasi numerasi SMAN 9 Mataram paling tinggi.
Kompetensi literasi membaca mencapai 91,1 persen dan telah memenuhi kompetensi.
Bahkan, menduduki level 1 sampai dengan 20 di provinsi dan nasional.
”Ini merupakan kemajuan yang sangat signifikan,” kata Kepala SMAN 9 Mataram Nengah Istiqomah, pekan lalu.
Smalan sebutan SMAN 9 Mataram menerapkan Kurikulum Merdeka (Kumer) sebagai bagian dari kurikulum operasional sekolah.
Sementara untuk kelas XI masih menggunakan Kurikulum 13 (Kurtilas).
Untuk Kurikulum Merdeka tahun ajaran baru menginjak tahun kedua atau fase F.
Dalam Kumer yang menjadi indikator mutu pendidikan adalah rapor pendidikan yang di rilis tahun 2024 oleh Kemendikbudristek.
Untuk literasi numerasi di Smalan memiliki perkembangan paling tinggi.
”Ini menunjukkan pembelajaran atau giat literasi dan numerasi capaian yang spektakuler.
SMAN 9 Mataram dalam usia yang masih balita bisa mencapai prestasi di atas eksplorasi.
”Ini juga mengimbas terhadap prestasi siswa pada bidang akademik dan non akademik,” imbuh perempuan berjilbab ini.
Selain itu, indikator mutu pendidikan lainnya adalah diterimanya siswa di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sebanyak 12 orang melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) serta jalur mandiri.
”Kami juga memberikan fasilitas scholarship. Sekolah tanpa biaya bekerja sama dengan Universitas Nusa Putra, Jawa Barat,” pungkasnya. (jay/r9/*)
Editor : Kimda Farida