Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Unram Dukung Penuh Penyandang Disabilitas Ikut Tes UTBK Jalur Mandiri

Ali Rojai • Senin, 15 Juli 2024 | 20:25 WIB
TES JALUR MANDIRI: Budi Hartawan, calon mahasiswa tuna netra mengikuti tes UTBK Mandiri di Laboratorium Komputer UPA Pusat Informasi Teknologi dan Komputer (Pustik) Unram. (UNRAM FOR LOMBOK POST)
TES JALUR MANDIRI: Budi Hartawan, calon mahasiswa tuna netra mengikuti tes UTBK Mandiri di Laboratorium Komputer UPA Pusat Informasi Teknologi dan Komputer (Pustik) Unram. (UNRAM FOR LOMBOK POST)

LombokPost-Budi Hartawan, calon mahasiswa Universitas Mataram (Unram) tuna netra, lulusan SMAN 6 Mataram mengikuti tes ujian berbasis komputer (UTBK) Mandiri.

Tes dilakukan di Laboratorium Komputer Unit Penunjang Akademik (UPA) Pusat Informasi Teknologi dan Komputer (Pustik) Unram, Minggu (14/7).

Pria kelahiran Buwuh, Kabupaten Lombok Tengah itu memilih Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Prodi Ilmu Komunikasi pada seleksi Jalur Mandiri Unram.

”Kalau pilihan Bahasa dan Sastra Indonesia karena minatnya dari SMA yang juga jurusan bahasa. Kalau Ilmu Komunikasi itu biar bisa komunikasi dan biar lancar komunikasinya,” kata Budi, sapaan karibnya.

Alasannya memilih Unram dalam melanjutkan kuliah karena minat serta jurusan yang diinginkan ada di Unram.

Ia terinspirasi dan termotivasi dari mahasiswa disabilitas lain yang ada di Unram. Sehingga memantapkan pilihannya di Unram.

Ia terlihat familiar dengan lingkungan Unram. Karena sudah beberapa kali mengunjungi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unram untuk menyaksikan Teater Putih.

”Ada sedikit kendala yang dihadapi oleh teman-teman disabilitas dalam melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi,” aku Budi.

”Teman-teman disabilitas itu banyak yang tidak mampu untuk kuliah. Bukan tidak mampu secara perekonomian. Tetapi kadang secara kemampuan dan juga dipengaruhi oleh usia karena waktu SMA saja ada yang sampai umur 22 tahun. Beruntungnya saya usia masuk SMA pas (tidak lebih) walau pun sempat pindah sekolah,” imbuh Budi.

Ia merasa terbantu dengan adanya bantuan yang diberikan oleh panitia selama tes UTBK berlangsung.

”Saya dibantu baca soal ujian. Tadi itu saya dikejar waktu jadi yang mendampingi saya membacanya lebih cepat,” tutur Budi.

Keterbatasan dimilikinya tidak menghentikan langkahnya untuk bisa melanjutkan kuliah dan menggapai cita-cita yang didambakan.

Salah satu prestasinya, pernah mengikuti Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (Peparpenas) X Tahun 2023 di Palembang yang diadakan Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk cabang olahraga lari 100  dan 200 meter.

Dia menjelaskan keinginannya untuk bisa menjadi mahasiswa yang rajin dan mandiri.

Bercita-cita menjadi dosen dan penulis. Sehingga besar harapannya bisa diterima di Unram.

Ia juga menyampaikan semangat kepada teman-teman disabilitas lain.

”Semangat terus untuk semuanya agar tidak putus sekolah, semoga teman-teman menjadi orang yang sukses,” pungkasnya.

Unram berkomitmen untuk dapat menciptakan lingkungan akademik yang adil, merata, dan penuh peluang.

Serta menjadi institusi pendidikan yang inklusif yang mendukung semua kalangan termasuk di dalamnya penyandang disabilitas. Unram percaya setiap orang memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk dapat mengakses pendidikan  demi meraih masa depan. (jay/r9/*)

Editor : Kimda Farida
#Unram #UTBK