LombokPost-SMPN 19 Mataram menerapkan pembelajaran berbasis pondok pesantren (ponpes).
Siswa tidak hanya membawa buku ke sekolah, namun juga mukena dan Alquran.
”Sebelum belajar kita mengaji dulu 15 menit,” kata Kepala SMPN 19 Mataram H Nasruddin, Selasa (23/7).
Pun juga sebelum pulang siswa diminta melaksanakan salat duhur di sekolah.
”Kita khawatirkan ketika sampai rumah siswa tidak salat, langsung makan dan tidur,” imbuh Nas, sapaan karibnya.
Pembelajaran berbasis ponpes menjadi brand sekolah yang berada di Jalan dr Soedjono, Dasan Cermen ini.
”Usai mengaji kita juga ada siraman rohani yang disampaikan guru agama,” katanya.
Diutarakan, saat azan Zuhur berkumandang segala aktivitas di dalam kelas dihentikan.
Siswa akan ke luar untuk melaksanakan salat duhur.
”Kami ingin salat dilakukan tepat waktu. Ketika azan berkumandang anak-anak akan ke luar membawa mukna,” ujar Nas.
Ia juga mengadakan khataman Alquran tiap tahun. Biasanya, khataman Alquran dirangkai dengan peringatan hari jadi sekolah.
”Alhamdulillah, anak-anak menunjukkan perubahan sikap dengan apa yang kita lakukan ini,” terangnya.
Baca Juga: Terpilih Aklamasi, Suharlin Pimpin Askab PSSI Dompu
Apa yang diterapkan di sekolah juga berimbas pada penerimaan peserta didik baru (PPDB). Tahun ini, jumlah siswa baru mencapai 180 orang yang terbagi dalam enam rombongan belajar (rombel) atau kelas.
”Kalau tahun-tahun sebelumnya paling yang mendaftar paling banyak 150 siswa. Tapi tahun ini ada penambahan satu kelas,” ucapnya.
Penambahan jumlah siswa baru tahun ini membuat pihaknya menyulap ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) menjadi ruang kelas.
”Mau bagaimana, kita sudah tidak ada ruang kelas lagi,” pungkasnya. (jay/r9)
Editor : Kimda Farida