Sosialisasi dilaksanakan kelompok mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) Suranadi 1 Universitas Mataram (Unram) di aula kantor desa setempat, Senin (5/8).
Kegiatan yang bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) NTB ini diikuti 32 pelaku UMKM.
“Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman mereka (pelaku UMKM) tentang pentingnya memiliki merek terdaftar,” kata panitia penyelenggara sekaligus ketua kelompok mahasiswa KKN Suranadi 1 Unram I Gede Divbodhi Adiguna.
Dikatakan, merek yang terdaftar melindungi hak atas produk mereka, mencegah pemalsuan, dan memungkinkan mereka untuk memanfaatkan hak hukum yang tepat terhadap penggunaan merek mereka secara ilegal.
“Sosialisasi ini juga diharapkan dapat membantu UMKM dalam memperluas pasar dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk mereka,” kata mahasiswa jurusan Ilmu Hukum yang akrab dipanggil Odi ini.
Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini Kepala Bagian Pelayanan Hukum dan HAM Kanwil Kemenkumham NTB Puan Rusmayadi.
Dalam pemaparannya, Rusmayadi menjelaskan manfaat dan perlunya pendaftaran merek untuk menghindari sengketa merek di kemudian hari.
Dia berharap para pelaku UMKM dapat memahami pentingnya melindungi identitas merek mereka.
“Proses ini tidak hanya tentang perlindungan hukum semata, tetapi juga tentang membangun kepercayaan konsumen, meningkatkan nilai merek, dan membuka peluang untuk ekspansi dan kolaborasi di masa depan,” kata dia.
Rusmayadi menambahkan, pendaftaran merek bukan hanya menjadi sebuah kewajiban, tetapi juga strategi cerdas untuk mengamankan masa depan dan pertumbuhan bisnis UMKM di tengah dinamika pasar yang terus berubah.
“Dalam dunia bisnis yang kompetitif saat ini, sosialisasi mengenai proses pendaftaran merek bagi UMKM memiliki peran yang sangat vital,” katanya.
Baca Juga: Apresiasi Bakat Siswa , SMAN 5 Mataram Adakan Pakar Sensi
Para peserta cukup antusias mengikuti sosialisasi ini. Mereka pun aktif mengajukan berbagai pertanyaan yang relevan dengan topik yang disampaikan.
“Ini menunjukkan tingkat keingintahuan dan keterlibatan yang signifikan dalam memahami materi yang disosialisasikan,” kata Rusmayadi usai kegiatan. (*)
Editor : Marthadi