LombokPost-Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram berhasil meraih predikat Akreditasi Unggul dengan perolehan nilai 362 dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).
Keberhasilan ini disampaikan langsung oleh Rektor UIN Mataram Prof H Masnun Tahir, Selasa (3/9).
“Ini adalah hasil asesmen lapangan sejak akhir Agustus lalu, dan yang perlu dicatat kami adalah satu-satunya perguruan tinggi di NTB ini, yang sudah terakreditasi institusinya unggul,” terangnya.
Karena itu, pihaknya sangat bersyukur sekaligus mengapresiasi kerja keras seluruh civitas akademika UIN Mataram, saling bekerja sama dan bahu-membahu mewujudkan perguruan tinggi berkualitas di NTB.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh civitas akademika UIN Mataram, ini bukan prestasi dari satu orang, melainkan kerja sama dari kita semua,” ujarnya.
Dirinya juga menyampaikan terima kasih kepada Menag Yaqut Cholil Qoumas dan seluruh jajaran, yang terus mendorong dan memotivasi UIN Mataram, untuk menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) terkemuka di Tanah Air.
“Ini juga menjadi bagian dari Pakta Integritas saya sebagai rektor, yang mencakup publikasi, akselerasi serta akreditasi,” terang pria kelahiran 27 Agustus 1975 tersebut.
Raihan ini sesuai dengan tagline UIN Mataram; Cendikia, Terbuka dan Unggul.
Sebelum dilakukan asesmen lapangan oleh sejumlah asesor dari BAN-PT, proses penyiapan dokumen dan bahan pendukung akreditasi yang lain, telah dilakukan sejak tahun lalu.
Proses penilaian akreditasi didasarkan pada sembilan kriteria; visi, misi tujuan dan strategi, tata pamong, tata kelola dan kerja sama, mahasiswa, sumber daya manusia, keuangan, sarana dan prasarana pendidikan, penelitian pengabdian kepada masyarakat.
Terakhir, luaran dan capaian Tridharma.
Di samping itu, penilaian akreditasi mencakup aspek kondisi, kinerja, dan pencapaian mutu akademik dan non-akademik institusi perguruan tinggi.
Ditambah lagi, penilaian akreditasi didasarkan pada ketersediaan bukti yang sesungguhnya, valid, dan keterlacakan dari setiap aspek penilaian.
Ini semua untuk memastikan akurasi hasil penilaian akreditasi.
Maka, penilaian tidak semata berdasar pada dokumen akreditasi yang diajukan oleh UIN Mataram, tetapi harus disertai dengan penelaahan bukti-bukti yang sahih serta keterlacakannya pada setiap aspek penilaian.
Hal ini berimplikasi pada keharusan adanya asesmen lapangan.
“Prosesnya memang panjang dan tidak mudah,” tegasnya.
Tentu dengan akreditasi Unggul ini, akan semakin menancapkan eksistensi UIN Mataram sebagai lembaga pendidikan, yang sangat memperhatikan kualitas dan mutu, untuk masyarakat NTB, namun juga Indonesia.
“Kami juga tidak hanya bersaing secara internal di lingkup PTKIN, tetapi juga perguruan tinggi lainnya,” kata Prof Masnun.
Di sisi lain, prestasi ini diharapkan bisa berdampak atau berpengaruh pada posisi atau peringkat kampus, mendapatkan atensi tinggi sekaligus pengakuan dari masyarakat.
Meningkatnya kepercayaan publik, bermanfaat bagi dosen, mahasiswa serta alumni.
“Ketika semua ini bisa dicapai, ada kepercayaan bahwa kami bisa melaksanakan dan merealisasikan target-target dari pemerintah, bahwa perguruan tinggi di bawah naungan Kemenag bisa sejajar dan unggul,” tandas Rektor.
Ketua Tim Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) UIN Mataram, Prof H Adi Fadli juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap seluruh proses yang telah dilalui.
Perjuangan panjang itu akhirnya menemui titik final, yang menghantarkan pada hasil yang membanggakan yaitu memeproleh hasil akreditasi Unggul. (yun)
Editor : Kimda Farida