LombokPost--Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Al-Azhar (Unizar) Mataram kembali dipercaya mengelola hibah Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kemendikbudristek.
Tahun ini tema besar yang diangkat adalah, “Angkringan Naik Kelas Mengunakan Pendekatan Brand Value Berbasis Biaya Mutu dan Diferensiasi Produk Organik”.
Ketua tim, Halpiah mengatakan, kegiatan pendampingan sudah dilakukan sejak Juni dan masih berlangsung hingga sekarang. Durasi waktu pelaksanaan yang diberikan Kemendikbudristek di program ini selama delapan bulan.
“Tapi kami usahakan bisa menyelesaikannya di Desember,” kata Halpiah kepada Lombok Post, Jumat (5/9).
Mitra yang digandeng dalam kegiatan PKM masih sama dengan tahun sebelumnya yaitu Angkringan Masuk Monjok di Mataram.
Bedanya, kali ini jumlah bantuan alat yang disalurkan tim PKM dosen FEB Unizar lebih banyak ketimbangan tahun pelaksanaan 2023 lalu.
“Alatnya yang kami berikan sekarang ada showcase, freezer, etalase, mesin sealer dan masih banyak lagi alat lainnya yang dapat membantu mitra dalam menaikkan kapasitas produksi sehingga bisa naik level,” beber dosen akuntansi ini.
Jika tahun lalu tim PKM fokus meningkatkan penjualan soto yang menjadi produk utama angkringan ini, sekarang mereka berusaha mendorong terciptanya diferensiasi produk.
Pemilik angkringan akan didampingi agar bisa semakin mengembangkan usahanya melalui diferensiasi produk organik.
Mitra diberi pendampingan untuk memasarkan produknya melalui media sosial.
Kemudian mereka juga dilatih membuat 10 jenis bumbu dapur dari bahan-bahan organik, seperti jahe, lengkuas, dan sereh.
“Intinya kami ingin mewujudkan Angkringan Masuk Monjok ini bisa naik kelas tidak hanya menjual soto tapi juga bisa menciptakan produk baru seperti produk serundeng gurih dan bumbu dapur serta tidak menutup kemungkinan minuman kekinian lewat bantuan peralatan yang diterima,” ujarnya.
Tim dosen juga mendampingi mitra dalam proses pengemasan produk.
Mereka juga akan dibantu dalam pengurusan legalitasnya.
Upaya ini dilakukan agar produk yang dihasilkan angkringan bisa masuk ke NTB Mall yang menjadi wadah pemasaran UMKM di daerah serta supermarket besar.
“Tapi kami kemarin sudah mendatangi untuk mempromosikan produk Angkringan Masuk Monjok ini ke Galeri Sahabat UMKM serta salah satu mini market di Kota Mataram,” ucapnya.
Diketahui, tim yang diketuai Halpiah beranggotakan dua dosen dari Unizar Mataram yaitu Baiq Rizka Milania Ulfah dan Ana Andriana serta empat orang mahasiswa.
Tim juga mengundang narasumber eksternal yaitu Hery Astika Putra,Dosen Akuntansi Unizar Mataram yang memberikan materi tentang biaya branding dan biaya mutu.
Apresiasi diberikan Rusida, pemilik Angkringan Masuk Monjok yang merasa sangat terbantu dengan kegiatan PKM tersebut.
Selain mendapatkan pengetahuan baru tentang bagaimana menjalankan usaha melalui ilmu akuntansi dan manajemen, dia juga bisa melahirkan lini produk baru.
“Perlu diketahui sejak bulan April 2024 atas bantuan teman-teman tim PKM saya dapat membuka cabang Soto Seger Jawi di Teras Udayana,” kata Ida, sapaan Rusida.
Dia mengatakan, dengan kembali mendapat bantuan alat dia dibantu enam karyawannya berhasil membuat dan menjual produk baru seperti nasi goreng, mie godok, mie nyemek.
Selain itu, pascapelatihan yang diberikan, Ida juga saat ini dapat memproduksi serundeng gurih, dan 10 jenis bumbu dapur bubuk dari bahan baku alami.
Dia berharap ke depan usahanya bisa terus berkembang sampai menembus NTB Mall.
Sehingga angkringannya bisa naik kelas bukan hanya menjual soto tetapi mampu memproduksi dan memasarkan berbagai macam bumbu bubuk ataupun produk lainnya yang dapat meningkatkan laba usaha.
“Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada DRTPM Kemendikbudristek dan TIM PKM atas bantuannya semoga kedepannya kita tetap menjalin kerja sama dengan baik,” ujarnya. (ida/*)
Editor : Kimda Farida