Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

UMMAT Memperkenalkan Inovasi Teknologi ke Perajin Gerabah Banyumulek untuk Tingkatkan Produktivitas 

Yuyun Kutari • Selasa, 17 September 2024 | 13:36 WIB
Kegiatan pelatihan inovasi teknologi dengam mesin putar tanah liat otomatis, dilakukan para anggota IRT Muhajirin, Desa Banyumulek, Lobar, yang diinisiasi oleh Tim PKM Ummat, belum lama ini.
Kegiatan pelatihan inovasi teknologi dengam mesin putar tanah liat otomatis, dilakukan para anggota IRT Muhajirin, Desa Banyumulek, Lobar, yang diinisiasi oleh Tim PKM Ummat, belum lama ini.

LombokPost-Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), berhasil memperkenalkan inovasi teknologi, kreativitas dalam pemanfaatan limbah kresek, dan manajemen modern sebagai strategi untuk menghidupkan kembali kerajinan gerabah di Desa Banyumulek, Lombok Barat (Lobar).

Implementasi program ini berkolaborasi dengan kelompok perajin Industri Rumah Tangga (IRT) Muhajirin.

"Program ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing melalui pendekatan yang terpadu," terang Ketua Tim PKM Ummat Novi Yanti Sandra Dewi.

Salah satu inovasi utamanya adalah pengenalan mesin putar tanah liat otomatis yang menggantikan metode manual.

Teknologi ini memungkinkan perajin untuk meningkatkan jumlah produksi hingga 75 persen, dengan kualitas yang lebih konsisten. 

Mesin ini juga mempercepat proses pembuatan gerabah, sehingga perajin bisa memfokuskan waktu dan tenaga mereka untuk meningkatkan kreativitas dalam desain.

Selain teknologi, program ini juga menonjolkan aspek diversifikasi produk dengan memanfaatkan limbah plastik kresek.

Limbah kresek diolah menjadi dekorasi yang unik pada produk gerabah, memberikan nilai tambah tanpa menambah biaya produksi. 

"Dengan sentuhan inovatif ini, gerabah yang sebelumnya polos dan kurang diminati kini memiliki tampilan baru yang lebih menarik dan bernilai jual lebih tinggi. Lebih dari sekadar inovasi produk, program ini juga menekankan pada manajemen modern untuk mendukung keberlanjutan usaha," jelas dosen program studi (prodi) Ekonomi Syariah Ummat ini.

Selama berjalannya program, para perajin mendapatkan pelatihan manajemen keuangan berbasis aplikasi digital, yang memungkinkan mereka melakukan pembukuan secara rapi dan profesional. 

Dengan penggunaan aplikasi pembukuan, pengrajin kini dapat memisahkan keuangan pribadi dan usaha, serta memonitor kondisi keuangan mereka secara lebih akurat. 

"Pelatihan ini juga membantu mereka mempersiapkan laporan keuangan, yang dapat digunakan untuk mengajukan modal usaha ke perbankan," tegas dia.

Selain itu, pelatihan pemasaran digital melalui media sosial dan e-commerce memberikan perajin akses ke pasar yang lebih luas, meningkatkan peluang penjualan gerabah mereka tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga nasional. 

Para perajin diajarkan cara membuat toko online dan strategi pemasaran yang efektif, sehingga mereka dapat bersaing di era digital.

Program ini bertujuan memulihkan kejayaan Desa Banyumulek, sebagai pusat kerajinan gerabah yang terkenal.

Dengan kombinasi inovasi teknologi, diversifikasi produk, dan manajemen modern, kelompok IRT Muhajirin kini lebih siap menghadapi tantangan pasar serta meningkatkan kesejahteraan mereka melalui peningkatan produktivitas dan omzet.

Dengan dukungan penuh dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek dan Ummat, gerabah Banyumulek diharapkan kembali menjadi primadona, membawa dampak positif bagi ekonomi lokal dan menjangkau pasar yang lebih luas. (yun)

Editor : Kimda Farida
#Banyumulek #UMMAT (Universitas Muhammadiyah Mataram) #gerabah #pengabdian ke masyarakat #produktivitas #teknologi #Inovasi