LombokPost--Image sekolah favorit masih sulit dihilangkan di ibu kota NTB. Masyarakat menganggap masih ada sekolah favorit hingga sekarang ini.
”Image ini yang sulit dihilangkan,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB H Aidy Furqan pada Lombok Post.
Ia sudah melakukan pergeseran guru. Dari sekolah yang dianggap favorit oleh masyarakat ke sekolah lain.
Tak hanya itu, program fisik seperti pembangunan ruang kelas baru (RKB) jarang diberikan ke sekolah yang ada di dalam kota.
”Kalau program fisik untuk sekolah dalam kota hanya rehab saja,” ujar Aidy.
Ia sengaja mengalihkan program fisik ke sekolah pinggiran agar terjadi pemerataan siswa.
Ia terus berupaya membuat program fisik dan lainnya di sekolah pinggiran agar terjadi pemerataan jumlah siswa.
”Kami juga memberikan kesempatan kepada guru berprestasi mengajar di sekolah pinggiran,” ucapnya.
Ia menilai masyarakat bukan memilih sekolah pada penerimaan peserta didik baru (PPDB).
Tapi lokasi sekolah. Oleh karena itu jika ada lahan pemda di Jalan Udayana pihaknya akan membangun SMAN 12 Udayana.
”Pasti banyak peminat,” prediksinya.
Ditambahkan, penduduk di Kota Mataram yang usia masuk SMA sederajat tahun ini bertambah. Tahun lalu yang hanya 49 ribu kini bertambah menjadi 54 ribu.
”Mau bangun sekolah di kota ini terkendala lahan. Di satu sisi masih banyak sekolah yang siswanya minim,” pungkasnya. (jay/r9)
Editor : Kimda Farida