LombokPost-Puskesmas Tanjung Karang melakukan skrining penyakit tidak menular (PTM) kepada seluruh siswa dan guru SMPN 11 Mataram.
Pemeriksaan ini dilakukan guna mendeteksi faktor risiko PTM.
Seperti merokok, pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, dan obesitas.
Kemudian stres, konsumsi minuman beralkohol, hipertensi, hiperglikemia, dan hiperkolesterol. Serta menindaklanjuti secara dini faktor risiko yang ditemukan melalui konseling kesehatan dan merujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Syamsul Rijal, petugas kesehatan Puskesmas Tanjung Karang menjelaskan, kegiatan ini untuk melakukan deteksi dini.
Sekaligus pemantauan faktor risiko PTM meliputi merokok, pola makan tidak sehat, dan kurangnya aktivitas fisik.
”Kami melakukan penggalian informasi tentang riwayat sakit yang diderita keluarga. Apakah ada yang menderita diabetes melitus, hipertensi, pengecekan tekanan darah, pengukuran tinggi badan, berat badan, dan lingkar pinggang,” ucapnya.
Selain itu, pihaknya juga menggali informasi tentang kebiasaan siswa. Seperti gaya hidup atau pola makan, konseling kesehatan, dan pemeriksaan indra.
Skrining dilakukan kepada seluruh siswa dan guru SMPN 11 Mataram agar sadar pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
Guna meminimalisir pertumbuhan dan perkembangan penyakit.
”Deteksi dini ini berguna untuk menemukan secara awal adanya kemungkinan seseorang terkena PTM atau memiliki faktor risiko,” ucapnya.
Jika diketahui ada faktor risiko PTM lanjut dia, maka pencegahan dan pengendalian dapat dilakukan sedini mungkin. ”Bagi yang terkena penyakit maka penting sekali mengendalikan PTM yang dideritanya agar tidak terjadi komplikasi,” ujarnya.
Kepala SMPN 11 Mataram H Azizudin mengucapkan terima kasih kepada tim kesehatan Puskesmas Tanjung Karang yang telah memberikan pelayanan skrining kesehatan di sekolah.
”Kami menyambut baik program ini dan berharap dengan program ini siswa dan guru dapat hidup lebih sehat,” ujar Aziz, sapaan karibnya.
Ia berharap, skrining PTM kesehatan bagi siswa dan guru akan terpantau sejak dini. Sehingga antisipasi terhadap penyakit tidak menular bisa segera diantisipasi.
Skrining kesehatan ini penting bagi siswa dan guru. Sehingga memiliki pemahaman tentang bagaimana mencegah PTM.
”Siswa akan menjadi generasi sehat dan cerdas yang terhindar dari penyakit tidak menular,” pungkasnya. (jay/r9)
Editor : Kimda Farida