Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Olah Sampah Organik Jadi Pupuk, SMAN 3 Mataram Gelar Literasi Lingkungan Hidup

Ali Rojai • Senin, 21 Oktober 2024 | 12:50 WIB
JAGA LINGKUNGAN: Plt Kepala SMAN 3 Mataram Yuspita Martiningrum bersama pihak DLH Kota Mataram menanam cabai di halaman belakang sekolah setempat, Sabtu (19/10) lalu. (Ali Rojai/Lombok Post)
JAGA LINGKUNGAN: Plt Kepala SMAN 3 Mataram Yuspita Martiningrum bersama pihak DLH Kota Mataram menanam cabai di halaman belakang sekolah setempat, Sabtu (19/10) lalu. (Ali Rojai/Lombok Post)

LombokPost--SMAN 3 Mataram menggelar Sabtu Budaya dengan tema Literasi Lingkungan Hidup. Kegiatan yang digagas siswa Pencinta Alam (PA) dipusatkan di halaman sekolah dengan mendatangkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, Sabtu (19/10) lalu.

Narasumber DLH Kota Mataram I Made Wibisama Gunaksa menjelaskan, tentang bagaimana memanfaatkan sampah organik menjadi barang yang memiliki nilai eknomis, seperti menjadi briket arang, pupuk kompos, pupuk cair, dan budidaya maggot.

”Kalau sampah plastik bisa dijual langsung,” ujarnya.

Sampah organik dari pohon dan sisa makanan dihasilkan sekolah bisa dimanfaatkan menjadi pupuk, briket arang, dan budi daya maggot.

”Ini bisa dijual, coba lihat harga briket arang di Shopee lumayan,” katanya.

Pihaknya siap mendampingi Smanti sebutan SMAN 3 Mataram untuk pemanfaatan sampah yang dihasilkan sekolah.

Ia ingin sampah yang ada di Smanti bisa dikelola dengan baik dengan melibatkan petugas kebersihan.

”Petugas kebersihan di sekolah juga bisa langsung mengelola sampah,” katanya.

Ia menyebutkan, siswa bisa mengolah sampah organik di sekolah menjadi pupuk dengan menggunakan alat seadanya dulu.

Seperti ember cat bisa dimanfaatkan untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk.

”Kalau mau banyak hasil pupuknya bisa pakai mesin,” ucapnya.

Baca Juga: Catat, Peserta SKD CPNS Kemenkumham Diimbau Jangan Melakukan Hal Ini

Plt Kepala SMAN 3 Mataram Yuspita Martiningrum jauh hari sebelumnya sudah memikirkan program nyata yang digagasnya, bukan hanya di atas kertas.

Jadi pihaknya akan membentuk tim dengan melibatkan siswa, OSIS, ekskul pecinta alam untuk membuat gerakan nol sampah.

”Sampah organik akan kita manfaatkan menjadi pupuk. InsyaAllah kami akan konsisten memprogramkan ini,” cetus Yus, sapaan karibnya.

Ia menyebutkan, banyaknya pepohonan di sekolah menjadi potensi untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos dan cair.

”Selama ini kami membeli pupuk untuk merawat tanaman di sekolah,” ujar Yus.

Pada prinsipnya kata dia, program yang digagas ini ingin menumbuhkan kesadaran bagi siswa bagaimana mengolah sampah organik.

Ini akan menjadi  gaya hidup, bukan hanya sebagai penilaian dari guru.

”Kami ingin siswa memilah sampah sesuai jenisnya. Pemanfaatan sampah organik harus jalan dan kami juga akan membeli mesin pencacah sampah,” ucap Yus.

Sejauh ini sebut dia, jika ada siswa yang terlambat penanganannya langsung ke guru BK (Bimbingan Konseling) dan masuk kelas.

Namun kini ia ingin anak yang telat memungut sampah untuk dibuang ke bak sampah yang sudah disiapkan.

”Jadi ada nilai pendidikan dan kesadaran mencintai lingkungan,” ujarnya.

Untuk memanfaatkan sampah organik pihaknya membutuhkan bimbingan dari DLH Kota Mataram.

Setelah kegiatan literasi ini, pihaknya akan mengadakan workshop bagaimana mengolah sampah organik menjadi pupuk.

”Kami di sini juga mengajarkan anak membuat bibit, menyemai, dan mempoduksi bibit tanaman,” terangnya.

Ia menambahkan, tiga bulan lalu siswa membuat bibit cabai dan kini akan ditanam.

”Kami akan memanfaatkan lahan yang kosong di sekolah untuk ditanami cabai, bunga marigold dan sebagainnya,” pungkasnya. (jay/r9)

Editor : Kimda Farida
#sman 3 mataram