Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Uniqhba Latih Karang Taruna Karang Sidemen Keterampilan Desain Grafis

Ali Rojai • Selasa, 29 Oktober 2024 | 11:10 WIB

 

 

PELATIHAN: Tim PKM Uniqhba bersama Karang Taruna Cipta Rasa Daya Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah yang menjadi peserta pelatihan desain grafis.
PELATIHAN: Tim PKM Uniqhba bersama Karang Taruna Cipta Rasa Daya Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah yang menjadi peserta pelatihan desain grafis.

LombokPost-Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Qamarul Huda Badaruddin Bagu (Uniqhba) penerima hibah DRTPM (Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat) mengadakan pelatihan desain grafis.

Kegiatan difokuskan bagi anggota yang tergabung dalam organisasi pemuda Karang Taruna Cipta Rasa Daya Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah.

Tim dosen pengabdian Uniqhba yang diketuai Fahmi Syuhada beserta anggota Joni Saputra, Marazaenal Adipta dan beberapa mahasiswa mengadakan pelatihan desain grafis 15 September sampai 27 Oktober.

Kegiatan didanai Kemendikbudristek melalui  program Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA) 2024 skema pemberdayaan kemitraan masyarakat.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fahmi Syuhada menuturkan, dalam pengabdian ini, tim  merancang kegiatan dalam beberapa pertemuan.

Alasan Karang Taruna Cipta Rasa Daya dipilih sebagai mitra pengabdian karena merupakan organisasi aktif dalam menjalankan program yang produktif.

”Selain itu, keberadaan mitra ini berada di desa wisata,” tutur Fahmi.

Pada pertemuan perdana kata dia, tim pengabdian melakukan sosialisasi tentang digital marketing.

Serta memberikan pemahaman awal kepada anggota karang taruna Desa Karang Sidemen tentang ekonomi digital.

Juga cara memanfaatkannya untuk mendapatkan passive income.

Kegiatan pengabdian ini dimulai dari diskusi tim. Lalu perancangan draf buku panduan materi digital marketing, adobe illustrator dan shutterstock.

Setelah itu, melakukan focus group discussion (FGD) dengan mahasiswa.

Kemudian dilanjutkan dengan finalisasi buku materi dan pencetakan serta persiapan kebutuhan lain.

Baru kegiatan inti, yakni sosialisasi tentang digital marketing dan cara mendapatkan passive income.

”Setelah itu kami mengadakan pelatihan praktik langsung adobe illustrator dan shutterstock. Kemudian pelaporan,” ujar Fahmi.

Materinya terkait ekonomi kreatif digital marketing dan cara memanfaatkannya untuk mendapatkan passive income. Kedua, pengenalan adobe illustrator dan instalasi ke perangkat komputer.

Ketiga, membuat logo dengan adobe illustrator. Keempat, membuat akun shutterstock dan mengupload hasil logo.

Serta bagaimana contoh income yang didapatkan dari shutterstock dan cara melakukan withdraw.

”Pelatihan ini sudah kami rancang menjadi beberapa pertemuan yang dilakukan secara bertahap dan sistematis,” jelas Fahmi.

Pihaknya tidak hanya memberikan pelatihan teknis saja. Namun juga ada bimbingan intensif agar anggota karang taruna mampu membuat desain dan memasarkannya secara mandiri.

”Sehingga dengan kemampuan ini, para anggota karang taruna diharapkan mampu mendapatkan passive income”, kata Fahmi.

Selain itu lanjut dia, Pemerintah  juga memberikan respons positif terhadap kegiatan pelatihan ini.

Dari kegiatan pengabdian ini, kelompok luaran yang ditargetkan untuk peningkatan level keberdayaan mitra aspek sosial kemasyarakatan dan peningkatan keterampilan.

Sehingga dari pelatihan ini didapatkan target karang taruna mampu menghasilkan karya digital menggunakan adobe illustrator.

Selain itu kata Fahmi, peningkatan level keberdayaan mitra aspek manajemen dengan peningkatan income generating.

Sehingga karang taruna mampu memasarkan hasil karya digital pada beberapa situs marketplace.

Berdasarkan kegiatan yang akan dilakukan, pengabdian yang diusulkan ini akan membentuk skema Merdeka Belajar-Kampus Merseka (MBKM) membangun desa.

Pengabdian ini berkaitan dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi.

Yakni, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian dengan melibatkan enam orang mahasiswa yang mewakili tiga program studi. Di antaranya, Prodi  ilmu Ilmu Komputer, Teknologi Informasi, dan Pendidikan Ekonomi Koperasi.

Pada akhir pertemuan, tim melakukan evaluasi terkait hasil yang sudah dibuat oleh peserta. Mereka sudah berhasil membuat produk digital menggunakan adobe olistrator.

Selain itu, peserta juga sudah bisa membuat akun  marketplace shutterstock untuk memasarkan hasil karya mereka untuk menghasilkan passive income.

”Penelitian dan pengabdian kemasyarakatan juga akan dilakukan untuk tahun-tahun selanjutnya. Mengigat, Desa Karang Sidemen memiliki banyak potensi yang bisa diangkat,” ucapnya.

Kepala Desa Karang Sidemen Yuda Praya Cindra Budi mengapresiasi tim yang sudah memberikan pelatihan kepada para pemuda di desa.

”Karena pelatihan ini kami yakin mampu meningkatkan kemampuan IT (Informasi dan Teknologi), terutama tentang desain grafis yang suatu saat dapat menjadi passive income bagi masyarakat,” ucapnya.

Fitri, salah satu peserta sangat antusias mengikuti pelatihan desain grafis ini.

Pelatihan ini dapat memberikan kemampuan baru bagi dirinya.

”Saya yakin suatu saat nanti jika hal ini terus kami lakukan dan menjadi terbiasa maka dapat menjadi pendapatan tambahan bagi kami,” tuturnya.

Randa Anggarista, ketua Karang Taruna Desa Karang Sidemen menuturkan, pelatihan ini akan sangat bermanfaat untuk mendatangkan passive income.

Saat ini era digital sudah menjamah berbagai lapisan masyarakat.

”Sehingga kemampuan dalam mengelola ekonomi kreatif, terutama pada bidang desain grafis ini akan berpeluang besar dalam mendatangkan passive income bagi masyarakat terutama para pemuda,” tandasnya. (jay/r9)

Editor : Kimda Farida
#universitas #pengabdian #masyarakat #Grafis