Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

UMMAT Kembangkan Agroeduwisata Berkelanjutan Melalui Program Pengelolaan Limbah Desa Sesait

Yuyun Kutari • Selasa, 3 Desember 2024 | 08:00 WIB
Tim PDB, kelompkk tani ternak Ingin Maju, pemerintah Desa Sesait dan sejumlah mahasiswa Ummat, usai melaksanakan pengolahan limbah menjadi pupuk organik padat, di Desa Sesait, KLU, beberapa waktu lalu
Tim PDB, kelompkk tani ternak Ingin Maju, pemerintah Desa Sesait dan sejumlah mahasiswa Ummat, usai melaksanakan pengolahan limbah menjadi pupuk organik padat, di Desa Sesait, KLU, beberapa waktu lalu

 

LombokPost-Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram, telah sukses melaksanakan program inovasi teknologi di Desa Sesait, Kabupaten Lombok Utara.

Program ini digagas oleh dosen Tim Pengabdiankepada Masyarakat (PKM) Ummat Febrita Susantiselaku ketua. Dengan anggota ada Baiq Harly Widayanti dan Rasyid Ridha dari dosen PerencanaanWilayah dan Kota (PWK) Fakultas Teknik, Ummat. Serta Murianto dari STP Mataram.

“Adapun program yang kita laksanakan ini berfokus pada pengembangan kawasan agroeduwisata dengan tahapan awal pengelolaan limbah menjadi pupuk untuk mendukung terciptanya kawasan agroeduwisata yang berkelanjutan,jelas Ketua Tim PKM Ummat Febrita Susanti, Senin (2/12).

Semua ini didukung pendanaan dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), melalui skema Pemberdayaan Berbasis Wilayah.

Kolaborasi tersebut melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, dinas terkait, kelompok masyarakat, dan mahasiswa, dengan tujuan utama untuk meningkatkan keberlanjutan pengelolaan limbah, mendukung kebutuhan pupuk organik, serta menciptakan kawasan agroeduwisata yang edukatif dan produktif.

Dijelaskannya, pelaksanaan program diawali dengan koordinasi intensif bersama mitra pada 20 Juni 2024.Diskusi kelompok terarah melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lombok Utara dilaksanakan pada 18 Juli 2024.

“Dengannya, kami menghasilkan berbagai langkah strategis. Sosialisasi kepada masyarakat Desa Sesait juga dilakukan pada 27 Juni 2024 untuk memastikan keterlibatan aktif warga,” ungkapnya.

Dalam implementasinya, teknologi pengolahan limbah diterapkan melalui pembangunan instalasi pengolahan pupuk cair dan padat pada Agustus 2024. Hasilnya, instalasi tersebut mampu memproduksi 1.000 liter pupuk cair dan 350 kilogram pupuk padat per siklus produksi.

Selain itu, limbah pertanian diolah menjadi briket menggunakan teknologi pencetak khusus, yang kini menjadi salah satu produk unggulan Desa Sesait. Produk ini tidak hanya mendukung praktik pertanian organik, tetapi juga memiliki nilai ekonomi tinggi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Untuk memperkuat kapasitas masyarakat, pelatihan keterampilan dilakukan kepada 23 anggota mitra kelompok dalam pengolahan pupuk dan 25 anggota mitra kelompok dalam pembuatan briket.

Hasilnya, masyarakat berhasil memproduksi pupuk dan briket secara mandiri dengan kualitas yang kompetitif di pasar. Produk ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia tetapi juga mendukung terciptanya sistem pertanian yang lebih berkelanjutan,” tandasnya.

Anggota Tim PKM Ummat Baiq Harly Widayanti mengatakan selain fokus pada pengelolaan limbah, program ini juga mencakup perencanaan masterplan untuk pengembangan kawasan agroeduwisata. Elemen utama seperti jalur wisata, distrik tematik, dan landmark dirancang untuk mengoptimalkan potensi lokal Desa Sesait.

“Termasuk sentra coklat dan cengkeh. Beberapa jalur wisata dan spot edukasi utama telah disepakati sebagai bagian dari kawasan agroeduwisata yang akan diimplementasikan secara bertahap selama tiga tahun mendatang,” terangnya.

Sebagai bagian dari upaya pemasaran, sistem informasi digital juga dikembangkan untuk mempromosikan produk pupuk organik, briket, dan kawasan agroeduwisata Desa Sesait. Sistem ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan daya tarik desa sebagai destinasi wisata edukasi.

Program ini diharapkan dapat memberikan dampak luas, baik dari sisi ekonomi, lingkungan, maupun edukasi. Limbah yang sebelumnya tidak termanfaatkan, kini diolah menjadi produk bernilai jual tinggi, seperti pupuk organik dan briket. Penggunaan pupuk organik ini membantu menghasilkan produk pertanian seperti padi dan jagung dengan kualitas lebih baik dan harga jual lebih tinggi.

Anggota Tim PKM Ummat Baiq Harly Widayanti menjelaskan dari sisi edukasi, kawasan agroeduwisata memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk belajar langsung, tentang proses pengolahan limbah dan pembuatan produk organik. Hal ini memperkuat kesadaran masyarakat tentangpentingnya keberlanjutan dan memanfaatkan potensilokal,” ujarnya.

Dosen STP Mataram Murianto mengatakan melaluiprogram ini, Desa Sesait tidak hanya menjadi lebihmandiri secara ekonomi, tetapi juga menjadi contohpengembangan wilayah berbasis teknologi, edukasi, dan pariwisata yang berkelanjutan.

Program ini membuktikan bahwa kolaborasi antarainstitusi pendidikan, pemerintah, dan masyarakatdapat menghasilkan dampak yang signifikan bagipembangunan lokal,” tegasnya. (yun)

Editor : Redaksi Lombok Post
#UMMAT (Universitas Muhammadiyah Mataram) #Kemendikbudristek #pengabdian ke masyarakat #stp MATARAM #Lombok Utara