Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Banjir Gagalkan Ujian, Sejumlah Sekolah di Mataram Liburkan Siswa

Ali Rojai • Kamis, 12 Desember 2024 | 07:45 WIB

 

HARUS ADA SOLUSI: Murid dan guru SDN 26 Cakranegara melepas sepatu ke sekolah karena halaman terendam banjir, Selasa (10/12).
HARUS ADA SOLUSI: Murid dan guru SDN 26 Cakranegara melepas sepatu ke sekolah karena halaman terendam banjir, Selasa (10/12).
 

LombokPost-Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Mataram Senin malam (9/12) lalu membuat sejumlah sekolah terendam banjir. Kondisi ini membuat pihak sekolah terpaksa meliburkan muridnya meski sedang penilaian akhir semeter (PAS) atau ujian. ”Terpaksa kita liburkan karena kondisi tidak memungkinkan untuk melaksanakan ujian,” kata Guru SDN 3 Ampenan Baiq Nani Sri Wahyuni, Selasa (10/12).

Tidak hanya SDN 3 Ampenan yang terendam banjir akibat hujan dengan intensitas tinggi ini. Juga ada SDN 32 Ampenan dan SDN 26 Cakranegara.

Kejadian ini membuat guru SDN 3 Ampenan membersihkan air yang masuk ke ruang kelas. Mereka gotong royong membersihkan ruang kelas yang sempat terendam banjir. ”Ada dua kelas yang kemasukan air dan rumah penjaga sekolah,” kata Sri, sapaan karibnya.

Ia menuturkan, pasca rehabilitasi atau peninggian pondasi ruang kelas tidak pernah air masuk lagi ke ruang kelas meski hujan dengan intensitas tinggi. Namun kali ini air dari kali dibelakang sekolah yang lokasinya di Jalan Raden Mas Panji Anom, Pagutan kembali masuk kelas. Diduga karena hujan Senin malam (9/12) intensitasnya tinggi. ”Hari ini murid kami liburkan karena tidak memungkinkan untuk belajar,” ucapnya.

Hal berbeda dilakukan Kepala SDN 32 Ampenan Lilia Ratnawati. Dia enggan meliburkan muridnya meski halaman sekolah tergenang. ”Anak anak sekarang lagi ujian. Kita mau liburkan tapi murid sedang ujian,” katanya.

Ia membeberkan, genangan di halaman sekolah karena luapan air dari saluran yang ada di depan sekolah. Saluran yang ada di sebelah utara jalan atau depan pagar sekolah tidak mampu menampung debit air. Sehingga  meluber dan masuk ke halaman sekolah yang lebih rendah. ”Untung sekarang airnya tidak masuk ke kelas karena pondasinya sudah ditinggikan,” ucap Lilia.

Menurutnya, air hujan ini masuk karena saluran di depan pintu gerbang sekolah lebih rendah dari bahu jalan. Untuk itu, ia ingin saluran ditinggikan, terutama di depan gerbang sekolah. ”Kami ingin di depan gerbang sekolah ditinggikan salurannya,” harapnya.

Ia tidak tahu melapor ke siapa terkait persoalan saluran ini. ”Kalau dulu air sampai masuk ke ruang kelas, tapi sekarang pondasinya sudah ditinggikan,” pungkasnya. (jay/r9)

Editor : Redaksi Lombok Post
#tinggi #pondasi #intensitas #Rehabilitasi #pas #Cakranegara #saluran #Ampenan #Hujan #ujian