Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

HMPS Pendidikan Biologi UNW Mataram Tanam 500 Bibit Mangrove di Desa Tanjung Luar

Yuyun Kutari • Senin, 16 Desember 2024 | 07:33 WIB
Anggota HMPS Pendidikan Biologi UNW Mataram saat menanam mangrove di Desa Pesisir Tanjung Luar, Lotim, pada Oktober lalu.
Anggota HMPS Pendidikan Biologi UNW Mataram saat menanam mangrove di Desa Pesisir Tanjung Luar, Lotim, pada Oktober lalu.

LombokPost-Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Biologi UNW Mataram melaksanakan penanaman mangrove di Desa Tanjung Luar, Lombok Timur (Lotim) di akhir Oktober lalu. Dengan tema, Restorasi Mangrove: Jalan Menuju Pemulihan dan Kesejahteraan Desa Pesisir Tanjung Luar, pada Oktober lalu.

Kegiatan ini dilaksanakan secara kolaborasi, melibatkan mahasiswa KKN UNW Mataram, PIK-R Baper UNW Mataram, pemuda/pemudi Desa Tanjung Luar, Komunitas Berubah Belajar Desa Jerowaru, Pokdarwis, dan masyarakat setempat.

“Sebanyak 500 batang mangrove ditanam di wilayah pesisir Desa Tanjung Luar,” terang Ketua HMPS UNW Mataram Pathul Qorib, Minggu (15/12).

Mangrove memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem pesisir, mencegah abrasi, dan menjadi habitat bagi berbagai jenis biota laut. Desa Tanjung Luar, yang berada di Kecamatan Keruak, merupakan salah satu wilayah pesisir di Lotim, dengan potensi besar untuk pengembangan ekosistem mangrove.

Namun, tantangan lingkungan seperti abrasi, penurunan kualitas lingkungan, dan pengelolaan sumber daya yang kurang optimal memerlukan perhatian serius.

“Kegiatan ini kami laksanakan sebagai upaya restorasi mangrove yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ekosistem pesisir yang sehat,” kata dia.

Selama kegiatan berlangsung, selain di isi dengan aktivitas penanaman bibit mangrove, kampus turut memberikan edukasi tentang lingkungan, penyampaian materi tentang manfaat mangrove oleh ahli lingkungan.

Ada diskusi dan evaluasi tentang keberlanjutan program restorasi mangrove di desa, dan komitmen pelestarian mangrove. Bagaimana pun, restorasi mangrove bisa menjadi langkah awal menuju keberlanjutan ekosistem pesisir dan kesejahteraan masyarakat.

Komitmen bersama dalam menjaga kelestarian mangrove perlu terus diperkuat melalui program lanjutan dan edukasi berkelanjutan.

Terlebih, penanaman mangrove ini berperan penting dalam upaya mitigasi dampak perubahan iklim, mencegah abrasi pantai, serta menyediakan habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna di lokasi pesisir.

“Selain manfaat ekologis, kegiatan ini juga diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk mengembangkan dan menjaga potensi wisata lokal,” terang Pathul.

Sementara itu, Dosen Pendidikan Biologi UNW Mataram R Didi Kuswara berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pentingnya mangrove sebagai pelindung ekosistem pesisir.

Adanya komitmen dari masyarakat untuk melanjutkan pemeliharaan dan pengelolaan mangrove secara berkelanjutan, Mengurangi dampak abrasi dan kerusakan lingkungan pesisir. Mendukung pengelolaan sumber daya alam berbasis masyarakat.

Terakhir, membangun kolaborasi antara berbagai pihak dalam pelestarian lingkungan, serta memberikan edukasi kepada masyarakat terkait manfaat mangrove bagi ekosistem dan kesejahteraan.

“Mudah-mudahan, penanaman ini tidak hanya berdampak positif pada lingkungan, tetapi juga memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan,” tandasnya. (yun)

Editor : Redaksi Lombok Post
#UNW Mataram #Mangrove #pokdarwis #HMPS #pendidikan biologi #Lombok Timur