LombokPost-H Akhmad Suja'i terpilih sebagai ketua PGRI Kabupaten Lombok Barat (Lobar) periode 2024-2029.
Pemilihan yang dilaksanakan di salah satu hotel di Senggigi, Selasa (24/12) lalu dihadiri sejumlah pejabat.
Ada Pj Bupati Lombok Barat H Ilham, kadis Dikbud Lobar, ketua PGRI NTB, ketua PGRI Kabupaten Lombok Tengah, dan ketua PGRI Kota Mataram.
Konferensi PGRI Lobar memperebutkan 189 suara.
Dari jumlah suara tersebut, H Akhmad Suja'i yang menjabat Kabid GTK Dikbud Lobar memperoleh 127 suara. Sedangkan Gazir memperoleh 60 suara, dan Masban dua suara.
Sementara yang terpilih sebagai sekretaris PGRI Lobar Lalu Muhamad Djunaidi, Wakil Ketua I Fauziah, Wakil Ketua II Nahar, dan Wakil Ketua III Syafi'i.
Pj Bupati Lombok Barat H Ilham mengatakan, daerah tengah dalam situasi global, penuh tantangan, ancaman, dan dinamika.
Kondisi ini diharapkan mampu mendorong guru menjadi lebih profesional.
”Saya tidak ikut cawe-cawe dalam pemilihan ketua PGRI. Mudah-mudahan ditangan ketua terpilih dan pengurus PGRI yang baru menjadi lebih baik kedepannya. PGRI harus memperkuat solidaritas satu sama lain,” pungkasnya.
H Akhmad Suja'i menyampaikan apresiasinya kepada pengurus PGRI cabang, ranting, dan cabang khusus pengawas yang telah memberikan kepercayaan kepada dirinya.
Menurutnya, program kerja PGRI Lobar akan selalu selaras dengan kebijakan PGRI NTB, Pengurus Besar (PB) PGRI.
Namun tetap disesuaikan dengan kondisi Lombok Barat agar dapat memberikan kontribusi maksimal bagi dunia pendidikan di daerah.
Kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah dan PGRI diharapkan juga dapat mempercepat terwujudnya tujuan tersebut.
”Ini merupakan amanah bagi kita semua. Saya mengucapkan terima kasih atas apresiasi dan kepercayaan ini. Program kerja lima tahun ke depan akan kami evaluasi untuk mengoptimalkan program-program yang belum berjalan maksimal,” ucapnya.
Sesuai dengan visi yang telah dirangkum yakni, PGRI kuat, guru hebat, dan bermartabat. Lalu ia jabarkan melalui lima misi utama yakni, pembenahan tata kelola organisasi, peningkatan karir guru dan peningkatan profesionalitas guru.
Mengoptimalkan perlindungan hukum terhadap guru, memperjuangkan peningkatan kesejahteraan guru. Serta menjalin kolaborasi dengan eksekutif, legeslatif, yudikatif, dunia usaha dan dunia industri.
”Saya akan mensinkronkan program kerja PGRI Kabupaten dan PGRI cabang. Dari pandangan umum PGRI cabang dan hasil rekomendasi menjadi bahan evaluasi dalam menyusun kerangka program kerja ke depannya,” pungkasnya. (jay/r9)
Editor : Kimda Farida