LombokPost-Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) NTB mendatangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, pekan lalu. Hal ini dilakukan buntut dari ketidakadilan yang diterima guru agama di NTB. Tunjangan profesi guru (TPG) dan tunjangan hari raya (THR) tahun 2023 dan 2024 hingga hari ini belum dibayarkan.
Ketua AGPAII NTB Sulman Haris mengatakan, pihaknya akan terus berjuang mencarikan solusi agar seluruh guru agama di NTB dengan menemui langsung para pemangku kebijakan. Baik di dinas pendidikan maupun kementerian agama di NTB.
Dari 10 Kabupaten/kota di NTB, dari informasi yang didapatkan hanya Kota Mataram yang sudah terbayarkan. Sedangkan kabupaten/kota lainnya hingga kini TPG dan THR mereka tahun 2023 dan 2024 belum dibayarkan oleh pemerintah. ”Ini cukup meresahkan kami di wilayah,” ujar Sulman.
Pihaknya meminta agar pemerintah bisa berbuat adil terhadap guru agama. Jangan terkesan hanya mengutamakan guru umum lalu mengabaikan guru agama yang telah bersusah payah membina dan memperbaiki akhlak dan karakter anak. ”Guru-guru lainnya sudah menerima, sedangkan guru agama sampai saat ini belum dibayarkan. Kasihan di saat pencairan TPG dan THR guru lain terealisasi, guru-guru agama hanya menjadi penonton,” tutur Sulman.
Ia sudah berkordinasi dengan pihak Dikbud NTB dan telah mendapatkan penjelasan terkait regulasi Kemenkeu RI Direktorat Jendral Perimbangan Keuangan dengan Nomor Surat: S-60/PK/PK.2/2024 perihal penyampaian data jumlah TPG dan Tamsil (tunjangan penghasilan) dalam pembayaran THR dan Gaji 13 untuk guru ASN daerah tahun 2024 tertanggal 23 April 2024. Yang dialamatkan ke gubernur/bupati/wali kota di seluruh Indonesia. ”Kami sudah mendapatkan penjelasan dari kabid GTK Dikbud NTB terkait persoalan ini dan juga kami akan langsung mendatangi kantor Kemenag NTB untuk memperjelas persoalan yang sedang dihadapi oleh guru agama ini,” ujarnya.
Selain dari wilayah kata Sulman, perjuangan ini juga secara bersamaan dilakukan di kabupaten/ kota se-NTB. Seperti yang sudah dilakukan oleh AGPAII Lombok Timur, Lombok Tengah, dan di Pulau Sumbawa. Mereka menuntut hak keadilan mendapatkan apa yang guru lain sudah dapatkan. ”Sebelum berakhir bulan Desember kami meminta agar pemerintah melalui dinas terkait bisa segera menuntaskan pembayaran TPG teman teman guru agama semua jenjang,” harapnya.
Ia juga akan menggandeng semua organisasi profesi guru seperti Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI, MGMP, dan PGRI. Serta forum guru lainnya untuk berkolaborasi memperjuangkan nasib guru agama di NTB. (jay/r9)
Editor : Akbar Sirinawa