LombokPost--Sampah menjadi masalah tersendiri di Kota Mataram karena belum bisa ditangani maksimal.
Kini, Pemkot Mataram meminta satuan pendidikan membuat unit pengolahan sampah untuk mengurangi volume sampah di sekolah.
“Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP akan rapat membuat unit pengolahan sampah di masing-masing sekolah,” kata Ketua MKKS SMP Kota Mataram Saptadi Akbar, Senin (6/1).
Dijelaskan, rapat terkait pengolahan sampah dihajatkan agar setiap SMP negeri memiliki unit pengolahan sampah seperti yang diterapkan SMPN 10 Mataram sekarang ini.
Sampah organik dan anorganik dihasilkan sekolah bisa dimanfaatkan menjadi barang yang memiliki nilai. Misalnya, sampah organik seperti dedaunan dimanfaatkan menjadi pupuk kompos, sedangkan ranting pohon dan meubelair yang rusak dimanfaatkan menjadi briket arang.
Pun juga dengan sisa makanan dari kantin bisa dimanfaatkan sebagai pakan maggot.
“Kalau sampah anorganik seperti bungkus makanan bisa dijual langsung bekerja sama dengan pihak ketiga nantinya,” ujar Akbar.
Sejauh ini sebut dia, sejumlah SMP negeri di Kota Mataram sudah mengolah sampah menjadi barang yang memiliki nilai meski belum maksimal.
“Dulu kami di SMPN 1 Mataram mengolah sampah menjadi pupuk kompos,” ujar pria yang juga menjabat kepala SMPN 1 Mataram ini.
Ia membuat lubang di halaman sekolah untuk penampungan sampah organik, baik itu berupa dedaunan maupun sisa makanan.
“Dulu banyak kita produksi pupuk kompos di sekolah,” pungkasnya. (jay/r9)
Editor : Kimda Farida