LombokPost-Pihak SMPN 14 Mataram mengeluhkan kondisi sekolahnya yang terlihat semeraut. Itu tidak lepas dari banyaknya pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di depan sekolah. “Ini kan sangat mengganggu,” kata Kepala SMPN 14 Mataram Lina Yeti Budi Asih, belum lama ini.
Ia cukup kesal dengan keberadaan PKL yang ada di depan sekolah yang dipimpinnya. Terutama saat jam istirahat siswanya naik ke pagar sekolah untuk menerima makanan yang dipesan dari PKL. “Trotoar dimanfaatkan untuk jualan,” katanya kesal.
Sampah bungkus makanan yang dibeli siswa dari PKL ditinggalkan di sekolah. Kondisi ini membuat volume sampah di sekolah bertambah. “Kita ditinggalkan sampah saja,” ucap Lina.
Oleh karena itu ia menyarankan PKL tidak lagi menggunakan plastik sebagai bungkus es atau makanan. Melainkan botol agar nantinya bisa dimanfaatkan atau didaur ulang di sekolah.
Ia merasa keberadaan PKL di depan sekolah cukup mengganggu. Namun hingga kini belum ada tindakan dari pemerintah untuk melakukan penataan agar pedagang memiliki tempat khusus berjualan. “Kita di sekolah tidak bisa berbuat banyak dengan persoalan ini,” pungkasnya. (jay/r9)
Editor : Rury Anjas Andita