LombokPost-Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Internasional Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) mengadakan pelatihan manajemen usaha berbasis digital.
Pelatihan ini menyasar para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kampung Bharu, Malaysia, Sabtu (15/2).
Kegiatan ini diinisiasi oleh Dr Ibrahim, dosen program Ilmu Lingkungan Pascasarjana Ummat sebagai ketua, dengan anggota Ilham Zitri dan Inka Nusamuda Pratama.
Keduanya dosen Ilmu Pemerintahan Fisipol Ummat, dan mahasiswa Ilmu Hukum Fakultas Hukum Ummat Lalu Agus Afandi, didampingi Ketua LPPM Ummat Dr Sri Rejeki dan Pakar Hukum Dr Maemunah.
“Sebanyak 25 peserta dari teman-teman PMI yang mengikuti pelatihan ini,” terang Ketua PKM Internasional Ummat Dr Ibrahim, pada Lombok Post, Selasa (18/2).
Kegiatan ini dilaksanakan atas pembiayan dari Pendanaan dan Pelaksanaan Hibah Riset Nasional Muhammadiyah Batch VIII Tahun 2024 dengan kontrak Nomor: 0258.099/I.3/D/2025.
Dirinya menjelaskan bahwa pelatihan tersebut, merupakan tindaklanjut dari kegiatan program tahun 2024, dimana Ummat saat itu berdiskusi dengan sejumlah PMI dan menyerap aspirasi mereka.
“Permasalahan utama di lokasi tempat tinggal PMI yang kita beri pelatihan ini, melimpahnya produksi biji duren, namun mereka tidak mengetahui bagaimana cara memasarkannya,” jelas Ibrahim.
Produksi kripik biji durian di Kampung Bharu memiliki potensi yang cukup menjanjikan, meski saat ini masih berskala home industry.
Karenanya, PMI ingin menangkap peluang tersebut, dengan harapan bisa menjadikannya sebagai sumber pendapatan baru selain dari gaji yang diterima PMI dari perusahaan .
“Besar harapan mereka, ini bisa menjadi sumber pendapatan baru yang menambah penghasilan, makanya kami memberikan informasi, tawaran solusi dan inovasi yang memberikan dampak ekonomi kepada mereka,” terangnya.
Anggota Tim PKM Internasional Ummat Ilham Zitri mengatakan bahwa selama pelatihan, para peserta diberikan pengenalan dan penjelasan bagaimana cara memasarkan produk olahan biji duren tersebut melalui marketplace.
“Ini yang sedang ngetren sekarang,” kata dia.
Peserta pelatihan juga diajarkan cara mendaftarkan akun di marketplace tersebut, dengan langkah sebagai berikut; memilih menu register, pilih metode register, masukkan data diri, verifikasi akun, lengkapi profil dan terakhir mulai berjualan.
“Selain mereka membuat akun, kami juga meminta mereka untuk menyiapkan produk berkualitas, tulis deskripsi dan foto produk yang baik dan menarik, dan buat tampilan toko yang menarik dan profesional, ini bisa menarik konsumen,” jelasnya.
Senada, Anggota Tim PKM Internasional Ummat Inka Nusamuda Pratama juga menegaskan dengan pemasaran secara digital, PMI dapat menekan biaya yang dikeluarkan.
Di samping itu, jangkauan konsumen akan lebih luas sehingga ini harapkan dapat meningkatkan jumlah konsumen yang melihat produk tersebut dan memutuskan untuk membelinya.
Sementara itu, Lalu Agus Afandi, anggota Tim PKM Internasional Ummat menambahkan digitalisasi dalam hal pemasaran, bisa mengajarkan penjual beradaptasi dengan perubahan konsumen dan industri. (yun)
Editor : Kimda Farida