LombokPost-Untuk menjaga lingkungan sekolah tetap bersih, SMPN 13 Mataram meminta siswa membawa sampah saat mau pulang untuk ditaruh di bak yang disiapkan. “Sampah ini menjadi tiket siswa pulang,” kata Kepala SMPN 13 Mataram H Ahmad Saehu, Selasa (18/2).
Ia ingin siswa menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), baik itu di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal. Serta peduli terhadap lingkungan agar tidak ada banjir yang saat ini disebabkan karena sampah yang tersumbat di selokan.
Saat jam pulang, guru Spentibels sebutan SMPN 13 Mataram akan berjaga di depan pintu gerbang untuk menagih siswa menaruh sampah di bak yang sudah disiapkan. “Kalau ada yang tidak bawa sampah ndak kita kasih pulang. Harus bawa sampah dulu baru pulang,” terang Saehu.
Ia melihat program yang diterapkan ini sudah ada hasilnya. Buktinya, lingkungan sekolah saat ini terlihat asri dan bebas dari sampah, terutama di dalam kelas. “Sekarang sampah plastik ndak bisa dibuang sembarang atau ditaruh di kolom meja. Karena kita akan tagih sampah untuk tiket pulang,” ucap Saehu.
Dikatakan, sampah yang dibawa siswa sebagai tiket pulang sebagian merupakan sampah makanannya sendiri. Ketika belanja di kantin, siswa tidak membuang sampahnya langsung ke bak sampah. Melainkan ditaruh di saku celana untuk menjadi tiket pulang nantinya.
“Kami ingin siswa tidak hanya menjaga kebersihan di sekolah, namun juga di lingkungan tempat tinggalnya,” pungkasnya. (jay/r2)
Editor : Redaksi Lombok Post