LombokPost--Rangkaian Haul Akbar ke-32 Muassis Ponpes Al-Ishlahuddiny, Kediri berjalan lancar. Puncak haul yang dilaksanakan Sabtu (22/2) lalu dihadiri tokoh muslim Indonesia sekaligus Ketua Persatuan Guru Nahdlatul Ulama Indonesia Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, M.A memberikan tausyiah.
Hadir juga dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag NTB H Zamroni Aziz, Wakil Bupati Lombok Barat (Lobar) Hj Nurul Adha, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda NTB H Sahnan, pimpinan ponpes di NTB, santri, ribuan alumni dan masyarakat.
Pimpinan Ponpes Al-Ishlahuddiny Drs TGH Muchlis Ibrahim,M.Si menuturkan berbagai kegiatan digelar dalam rangka Haul ini. Seperti seminar dan bedah buku, khataman Alquran seribu kali.
Serta ziarah ke makam TGH Khalidy, TGH Mustafa Khalidy, TGH Ibrahim Khalidy, dan TGH Muhammad Idris Misbah yang diikuti ribuan masyarakat.
Ia bersyukur proses rangkaian haul akbar dari awal hingga puncak berjalan lancar.
Ini tidak lepas dari kerja keras panitia lintas alumni. Kemudian didukung masyarakat dan santri.
“Terima kasih semuanya,” kata TGH Muchlis.
Sejauh ini sebut dia, Ponpes Al-Ishlahuddiny, Kediri telah melahirkan dai dan tuan guru yang membuka cabang ponpes di berbagai wilayah.
Tak hanya itu, jebolan ponpes ini juga telah melahirkan professor, politisi, dan pejabat dari berbagai kabupaten/kota dan provinsi NTB.
Namun kini, ponpes tidak hanya terpaku pada itu saja. Melainkan juga akan mengembangkan ekonomi untuk kesejahteraan umat.
“Kami ingin para santri ini bisa menggerakkan ekonomi dengan menjadi wirausaha muda,” pungkasnya.
Ketua Panitia Haul Akbar ke-32 Muassis Ponpes Al-Ishlahuddiny H Hambali mengatakan, kegiatan haul akbar berjalan lancar sampai acara puncak. Dari sisi fasilitas dan undangan hadir semuanya.
“Alhamdulillah, haul akbar berjalan lancar, pak gubernur dan bupati Lombok Barat ndak bisa hadir karena ada kegiatan retret di Magelang,” ujar Hambali.
Diutarakan, kehadiran Kakanwil Kemenag NTB menjadi payung besar untuk melihat kondisi ponpes.
Karena pada kegiatan mengaji yang diikuti 1.800 santri dan alumni terkendala sarana.
“Ini menjadi catatan kami, terutama yayasan akan melihat ketika membuat kegiatan harus dibarengi fasilitas,” ucap Hambali.
Dikatakan, pesantren tidak hanya mencetak dai, ustadz, tuan guru, tapi juga aghnia.
“Saya lihat tadi ketua-ketua Ikatan Almuni mulai dari Pulau Sumbawa ada anggota DRPD NTB Akhdiansyah alumni 1995 dan sudah dua periode,” ujarnya.
Begitu juga dengan Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Barat alumni Ponpes Al Al-Ishlahuddiny ada yang duduk menjadi anggota dewan.
Usai kegiatan haul akbar ini lanjut dia, pihaknya akan fokus untuk pendataan alumni. Mulai dari kabupaten, kecamatan, desa, bahkan sampai ke dusun atau lingkungan.
“Jadi nanti tidak ada alumni yang tidak terpantau. Ini dari tahun 1942,” ucapnya.
Kakanwil Kemenag NTB H Zamroni Aziz mengatakan, santri bisa menjadi apa saja. Jika santri diberikan ruang maka bisa menjadi apa saja.
“Wakil Bupati Lobar ini dari Kediri dan juga santri,” ujar Zamroni.
Ia mengucapkan terima kasih kepada Ponpes Al-Ishlahuddiny, wabil khusus TGH Muchlis Ibrahim.
Karena kontribusi Ponpes Al-Ishlahuddiny bukan hanya untuk daerah, namun juga untuk bangsa.
“Buktinya ponpes ini banyak melahirkan pejabat,” terangnya.
“Ketika alumni diberikan kepercayaan kami yakin mampu berbuat yang terbaik,” imbuh Azis.
Ia berharap para santri bisa meneruskan perjuangan pendiri Ponpes TGH Khalidy, TGH Mustafa Khalidy, TGH Ibrahim Khalidy, dan TGH Muhammad Idris Misbah.
“Kini ponpes ini memiliki cabang dan alumninya luar biasa dengan mendapatkan ilmu barokah,” pungkasnya.
Wakil Bupati Lobar Hj Nurul Adha mengucapkan terima kasih kepada Pimpinan Ponpes Al-Ishlahuddiny TGH Muchlis Ibrahim, Ketua Persatuan Guru Nahdlatul Ulama Indonesia Dr KH Asep Saifuddin Chalim, M.A, TGH Khudari Ibrahim, kabag Karo Kesra NTB, dan tamu undangan lainnya.
“Saya agak grogi bicara di depan karena yang di depan saya ini adalah guru saya. Begitu juga Sulhan sohib saya,” ucapnya.
Kendati demikian ia merasa bahagia di ponpes ini. Bisa saling bahu-membahu membantu membangun daerah.
Ia merasakan alumni Ponpes Al-Ishlahuddiny telah membangun daerah.
“Alumni ponpes ini telah memberikan kontribusi membangun daerah. Insya Allah kami akan memberikan perhatian lebih kepada Ponpes Al-Ishlahuddiny,” kata Nurul.
Ia menuturkan, bupati Lobar sekarang ini juga seorang pengusaha.
Untuk itu ia akan mengembangkan ekonomi berbasis pesantren sehingga bisa melahirkan wiarusaha muda.
“Tak hanya dalam bidang pendidikan, politik, melainkan ponpes bisa menggerakkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Ditambahkan, di Lobar banyak sekali ponpes.
Peran ponpes begitu besar dan terbukti alumni ponpes menecetak birokrat, politisi, tuan guru, dai, dan berbagai profesi lainnya. (jay/*)
Editor : Kimda Farida