LombokPost-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Barat (Lobar) akan mengkaji penghapusan jalur zonasi pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB).
“Penghapusan jalur zonasi pada SPMB ada sisi baik dan buruknya,” kata Kabid Pembinaan SMP Dikbud Lobar Tajuddin.
Diutarakan, penghapusan jalur zonasi sisi baiknya akan membuat warga yang tinggal di sekitar sekolah bisa menyekolahkan anaknya.
Sedangkan sisi kurang baiknya pendaftar di sekolah favorit akan membludak yang berdampak pada sarana dan prasarana yang terbatas.
“Kita akan kaji penghapusan jalur zonasi ini,” ujarnya.
Ia mencontohkan, SMPN 1 Narmada pada sisem zonasi tidak bisa menerima semua siswa sekitar sekolah karena keterbatasan ruang kelas.
Orang tua kerap memaksakan anaknya masuk SMPN 1 Narmada karena alasan zonasi.
“Ini yang menjadi kendala kita, padahal kita sudah bagi per zonasi,” ucap Tajudin.
Ditambahkan, jalur zonasi pada SPMB ini ada kekurangan dan kelebihannya.
Ia akan menerapkan sistem zonasi di sekolah-sekolah besar atau sekolah jantung kota untuk menghindari membludaknya pendaftar.
“Ini kadang ada sekolah dekat tempat tinggalnya, tapi orang tua menyekolahkan anaknya di tengah kota,” pungkasnya. (jay/r2)
Editor : Kimda Farida