Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dewan Pertanyakan Lawatan Kasek SMK dan Kadis Dikbud NTB ke Turki, Biaya Pribadi atau Dana BOS?

Kimda Farida • Jumat, 11 April 2025 | 11:46 WIB
Made Slamet
Made Slamet

LombokPost--Di tengah carut-marutnya persoalan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, sejumlah kepala SMK dan kepala Dikbud NTB melakukan lawatan ke Turki.

Mereka berada di Turki selama 17 hari dan berangkat pada Rabu (9/4) lalu.

Adapun sejumlah kasek ke Turki diantaranya, kepala SMKN 1 Mataram, kepala SMKN 4 Mataram, kepala SMKN 5 Mataram, kepala SMKN 1 Gunungsari, kepala SMKN 1 Praya, dan kepala SMKN 1 Praya Tengah.

Selain itu, ada juga Plt SMAN 1 Gunungsari yang juga istri dari kepala Dikbud NTB.

Kunjungan Kepala Dikbud NTB H Aidy Furqan bersama enam kepala SMK negeri di NTB menjadi sorotan DPRD NTB.

Anggota Komisi V DPRD NTB Made Slamet menyayangkan kunjungan sejumlah kepala SMK dan plt SMA ini ditengah banyaknya persoalan atau kasus di lingkup Dikbud NTB.

“Biayanya dari mana, kalau biaya pribadi sah-sah saja,” kata Slamet.

Menurutnya, kunjungan  kepala SMK ke Turki ibarat langit dan bumi. Jika ingin  studi banding baiknya di dalam daerah. Seperti di Pulau Jawa banyak industri yang bisa dimanfaatkan untuk studi banding.

“Kalau biayanya pakai dana BOS (Biaya Operasional Sekolah) apa tidak menyalahi aturan. Apalagi sampai dibiayai BPP (Biaya Penyelenggaraan Pendidikan) dari orang tua,” cetus politisi PDIP ini.

Mestinya lanjut dia, jika ingin studi banding para kepala SMK baiknya dilakukan di dalam negeri.

Terutama di Pulau Jawa banyak industri cukup bagus. “Kunjungan ke Turki apakah resmi?,” tanyanya.

Menurutnya, pendidikan di NTB dibutuhkan pembentukan karakter. Mestinya kasek ini berkunjung ke sekolah berbasis pondok pesantren.

 “Tidak ada yang melarang kasek mau berkunjung kemana, tapi harus jelas sumber dananya,” tegasnya.

Ia ingin Gubernur NTB melakukan evaluasi terhadap apa yang dilakukan kepala Dikbud NTB dan kasek ini. Karena ini akan membuat kecemburuan sekolah lain. Apalagi belakangan ini banyak persoalan atau kasus di Dikbud NTB.

“Saya yakin Dikbud NTB akan dievaluasi gubernur,” timpalnya.

Ia menyebutkan, kunjungan kepala SMK mestinya ada kordinasi dari Dinas Tenaga Kerja dan Trsanmigrasi. Karena lulusan SMK harus terampil dan siap kerja.

“Kalau alasannya studi banding sampai ke Turki terlalu jauh, apalagi sampai meninggalkan sekolah dalam waktu yang terlalu lama. Ini sebentar lagi siswa mau ujian semester lo,” katanya.

Persoalan ini akan menjadi atensi Komisi V DPRD NTB.

“Ini akan kita pertanyakan ke dinas,” tukasnya.

Ketua Rombongan Kunjungan ke Turki H Istiqlal Makrip mengatakan, pada kunjungan ke Turki pihaknya akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan dua universitas di Turki.

“Selain itu juga ada MoU dengan sekolah Indonesia di Arab Saudi,” kata pria yang juga menjabat kepala SMKN 5 Mataram ini.

Ia akan berada di Turki dan Arab Saudi selama 17 hari.

Tak hanya menjalin kerja sama, pihaknya juga akan menghadiri pameran di Turki.

“Pada kerja sama ini nanti ada pertukaran pelajar, magang guru, dan siswa bisa melanjutkan studi ke Turki,” pungkasnya. (jay/r2)

 

Editor : Kimda Farida
#Kunjungan kasek SMK ke Turki #Aidy Furqan #Dikbud NTB