Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

SMAN 9 Mataram Satu-Satunya SRA dan Sekolah Penggerak di NTB

Kimda Farida • Selasa, 15 April 2025 | 12:54 WIB
Nengah Istiqomah
Nengah Istiqomah

LombokPost--SMAN 9 Mataram (Smalan) menjadi satu-satunya sekolah di NTB yang meraih penghargaan pendidikan ramah anak terstandarisasi dan rujukan nasional 2023.

Tak hanya itu, sekolah yang lokasinya di Jalan Pejanggik ini juga menjadi satu-satunya sekolah penggerak.

“Ini pencapaian yang luar biasa meski sekarang tidak ada lagi sekolah penggerak,” kata Kepala SMAN 3 Mataram Nengah Istiqomah, Senin (14/4).

Diutarakan, keunggulan SRA pada gerakan moral.

Mengarahkan anak untuk giat melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan menyelesaikan persoalan.

Baik itu di lingkungan tempat tinggal maupun di lingkungan sekolah.

“Kita sosialisasikan program SRA dengan orang tua,” tutur Isti, sapaan karibnya.

Ia membuat tim disiplin positif (Dispo) yang didiskusikan dengan orang tua. Perilaku siswa yang kerap terlambat membuat guru bingung.

“Dikasi tahu masih saja anak terlambat,” cetusnya.

Dari persoalan ini guru mulai melakukan sosialisasi.

Karena kunci sukses harus belajar disiplin dan tertib. Anak yang datang terlambat tidak dihukum.

Karena yang boleh memberikan hukuman adalah aparat hukum. “Ini kan kita guru,” cetusnya.

Baca Juga: Disdik Kota Mataram Haramkan Perpisahan di Luar Sekolah

Ia terus menyosialisasikan apa yang menjadi persoalan anak.

Apapun yang dilakukan siswa ada konsekuensi logis. Misalnya, anak yang datang belajar tepat waktu bukan karena rajin.

Pun juga dengan siswa yang telat harus ditanyakan alasannya. Karena jika anak tak disiplin mereka tidak akan berhasil nantinya.

“Orang tua juga harus bersikap seperti apa yang ada di sekolah,” tuturnya.

Ia ingin orang tua peduli terhadap anaknya. Pukul 07.30 Wita gerbang sekolah ditutup, siswa yang telat akan masuk melalui pintu sebelah untuk diberikan treatment.

Siswa yang datang telat karena terlebih dulu ada yang mengantar orang tuanya ke pasar, ada yang berjualan, dan sebagainya.

“SRA (Sekolah Ramah Anak) untuk menanyakan alasan anak. Sekarang sudah mulai berkurang anak yang datang telat,” ucapnya.

Tak hanya SRA, namun SMAN 9 Mataram juga menjadi sekolah penggerak di NTB.

Untuk mendapat predikat sekolah penggerak bukan perkara mudah. Namun melalui proses seleksi yang cukup panjang.

Menurutnya, proses menjadi sekolah penggerak cukup panjang. Bagaimana mendampingi anak dalam KBM.

Menerapkan pembelajaran kekinian sesuai kebutuhan anak. “Kami ujian sekolah berbasis IT,” tuturnya.

Kini, Smalan memiliki 16 ruang kelas dari yang sebelumnya 12 ruang.

Dalam KBM anak tidak perlu ada kuota internet karena sekolah sudah menyiapkan internet gratis yang bisa digunakan kapan saja.

“Kami juga batasi siswa menggunakan HP di sekolah,” pungkasnya.

Abdul Majid, guru SMAN 9 Mataram menambahkan, banyak terobosan yang dilakukan sekolah selama ini.

Terutama menjadi SRA dan sekolah penggerak ini prestasi yang cukup membanggakan.

“Meski usianya muda, SMAN 9 Mataram banyak menorehkan prestasi nasional,” pungkasnya. (jay/*)

 

 

Editor : Kimda Farida
#SMAN 9 Mataram