LombokPost-Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma) Mataram kembali menggelar lomba penulisan karya ilmiah tahun 2025, tingkat pelajar SMA sederajat se-NTB, dengan tema Pendidikan Masyarakat: Solusi Pembangunan dan Pemberdayaan SDM Unggul.
Pembina KIR MAN 1 Lombok Timur (Lotim) Bohari Muslim menegaskan anak didiknya turut berpartisipasi dan berkompetisi pada lomba bergengsi ini.
“Untuk babak penyisihan, sebanyak 17 siswa dari ekstrakurikuler MAN 1 Lotim ikut berpartisipasi dan bersaing dengan ratusan siswa dari berbagai sekolah di NTB,” terangnya, Senin (21/4).
Setelah melalui proses penilaian tulisan, sebanyak sembilan siswa MAN 1 Lotim dinyatakan lolos ke babak final dan berhak mempresentasekan karya tulisnya.
Sehingga hasilnya, dua siswi MAN 1 Lotim berhasil menorehkan prestasi membanggakan. Yaitu Dwiadzra Nindiya Atha Cahyani dari kelas XI IPA 5 berhasil menyabet juara 1 dan juara 3 diraih Septia Wahyu Ramdani dari kelas XI IPA 4.
Dirinya sangat bersyukur atas kerja keras dan prestasi yang diraih oleh anak didiknya. MAN 1 Lotim akan terus mendukung siswa mengikuti lomba semacam ini, karena memiliki manfaat yang sangat bagus.
Seperti meningkatkan kemampuan berpikir kritis, mengasah keterampilan menulis, dan memperluas wawasan.
“Tidak kalah penting kalau menurut saya, menulis juga meningkatkan kepercayaan diri dalam menuangkan serta menyalurkan gagasan dan kreativitas mereka,” tegasnya.
Atas torehan prestasi siswa binaannya ini, pihak panitia memberikan reward berupa sertifikat juara, piala dan dana pembinnaan sebesar Rp 1.350.000.
Kepala MAN 1 Lotim M Nurul Wathoni menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas pencapaian terbaik para siswa dari esktrakurikuler KIR MAN 1 Lotim.
“Alhamdulillah tim KIR kami ini selalu menjaga ritme dalam pencapaian prestasinya bahkan tahun 2024 lalu tim KIR MAN 1 Lotim sukses meraih juara lomba karya ilmiah internasional di Thailand dan semoga tahun ini mereka bisa melaju ke luar negeri lagi,” harapnya.
Wathoni menegaskan bahwa MAN 1 Lotim akan terus mendukung dan memfasilitasi minat bakat siswa, termasuk memberikan dukungan pembiayaan secara penuh.
“Termasuk capaian prestasi siswa kita tebus dengan pemberian reward yang tunai melalui program tebus prestasi,” jelasnya. (yun/r2)
Editor : Marthadi