LombokPost – Tim Peneliti Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) turut mengembangkan potensi perajin pakaian adat Lombok lewat pelatihan menenun berbasis syariah dan teknologi digital, di Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah.
Tim yang terlibat dalam penelitian ini, Ahadiah Agustina dosen di Program Studi Ekonomi Syariah UMMAT selaku ketua peneliti. Dia bertugas mengkoordinasikan kegiatan dengan mitra serta mengembangkan modul kewirausahaan syariah dan teknologi digital.
Anggota peneliti dosen lainnya dari UMMAT, Abdul Wahab, berperan dalam melakukan sosialisasi mengenai kewirausahaan syariah dan digitalisasi serta membantu dalam pendampingan penyusunan modul.
Selain itu, terdapat juga anggota peneliti mahasiswa, Ageska Nugroho, yang turut membantu pengrajin dalam merancang desain tenun adat Lombok.
Ketua Tim Peneliti UMMAT Ahadiah Agustina, bersama dosen lainnya selaku anggota Abdul Wahabdan mahasiswa Ageska Nugroho sangat memahami bahwa Desa Sukarara telah lama dikenal sebagai salah satu pusat perajin tenun tradisional di Lombok.
“Di desa ini, mayoritas perajin adalah perempuan yang telah lama menjalankan usaha menenun, menghasilkan produk-produk tenun khas Lombok, seperti kain songket dan pakaian adat,” terangnya.
Meskipun memiliki potensi besar, dalam menghasilkan produk budaya yang bernilai tinggi, perajin di Sukarara menghadapi berbagai tantangan, seperti terbatasnya pengetahuan tentang teknologi digital, pemasaran daring, dan penerapan prinsip kewirausahaan syariah dalam usaha mereka.
Karenanya di dalam penelitian ini, Tim UMMAT menggunakan metode pendekatan partisipatif, dengan penggabungan antara pelatihan berbasis teori dan praktik yang langsung diterapkan kepada pengrajin tenun di desa Sukerara.
“Metode ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang kewirausahaan syariah dan penerapan teknologi digital,” jelas dosen Program Studi Ekonomi Syariah UMMAT ini.
Pelatihan diberikan dalam beberapa sesi, mencakup materi mengenai prinsip-prinsip kewirausahaan syariah, teknik pemasaran digital, serta penggunaan platform e-commerce untuk memperluas akses pasar produk tenun.
Selain itu, perajin juga dilatih untuk mengoptimalkan penggunaan media sosial sebagai alat promosi, serta diberikan pemahaman tentang aplikasi fintech syariah untuk mempermudah transaksi bisnis yang sesuai dengan ketentuan Islam.
Sasaran utama dari penelitian ini, perajin tenun di Desa Sukarara, yang mayoritas terdiri dari perempuan dengan latar belakang pendidikan yang terbatas.
Sekitar 50 keluarga perajin, sebagian besar memiliki pendapatan di bawah UMR, menjadi target dari pelatihan ini. Dengan memberikan pelatihan yang tepat dan mendalam, diharapkan para perajin dapat meningkatkan kualitas produk mereka.
“Bisa memperkenalkan produk mereka ke pasar yang lebih luas, serta menerapkan prinsip-prinsip kewirausahaan syariah dalam mengelola usaha mereka,” tandasnya.
Anggota Tim Peneliti UMMAT Abdul Wahab berharap pelatihan ini bisa peningkatan kesejahteraan perajin tenun, melalui penerapan kewirausahaan syariah dan teknologi digital.
“Karena dengan pemahaman yang lebih baik tentang prinsip syariah dalam kewirausahaan, pengrajin dapat menjalankan usaha mereka dengan lebih adil, transparan, dan berkelanjutan,” jelasnya.
Selain itu, pelatihan teknologi digital yang diberikan diharapkan dapat membuka peluang pasar global bagi produk tenun Lombok, sehingga meningkatkan pendapatan pengrajin dan memperkenalkan budaya tenun Lombok ke dunia internasional.
Dengan ini, bisa menumbuhkan model pemberdayaan berbasis teknologi yang dapat diterapkan pada kelompok-kelompok perajin di daerah lain.
“Sehingga ini bisa memberikan dampak yang lebih luas terhadap pemberdayaan ekonomi berbasis budaya,” jelasnya.
Adapun sumber dana untuk penelitian ini berasal dari Riset Muhammadiyah (RisetMU) Batch VIII Tahun 2025. Dengan dana ini, tim peneliti telah melaksanakan pelatihan-pelatihan yang bertujuan meningkatkan keterampilan perajin.
Kemudian, memperkenalkan prinsip-prinsip kewirausahaan syariah, serta memfasilitasi mereka dalam memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan daya saing produk tenun mereka di pasar lokal maupun internasional. (yun)
Editor : Jelo Sangaji