LombokPost - SDN 42 Cakranegara terus memperkenalkan budaya dan tradisi Suku Sasak kepada murid sejak dini.
Mulai dari peresean, begibung, hingga berbagai permainan tradisional.
Begibung, menjadi kegiatan rutin yang dilaksanakan di sekolah, terutama pada hari-hari besar.
“Pada peringatan Maulid lalu kita ajak murid begibung,” kata Kepala SDN 42 Cakranegara Syamsudin.
Begibung atau makan bersama disediakan daun pisang sebagai nampan.
Nasi bungkus dibawa murid dari rumah ditaruh di daun pisang yang terbentang di teras sekolah.
“Begibung sebagai wujud kebersamaan antar murid,” ucap Syam.
Ia ingin murid bisa mengenal budayanya. Tradisi begibung saat begawe atau hajatan identik dengan kegiatan masak-memasak dalam jumlah besar.
Namun di sini ia meminta murid membawa bekal dari rumah untuk makan bersama di sekolah.
Dijelaskan, pengenalan budaya begibung bagian dari project penguatan profil pelajar pancasila (P5).
Anak-anak sejak dini harus mengenal identitas budayanya.
“Begibung ini bukan hanya sekadar makan bersama, namun sebagai wujud membangun kebersamaan,” tandasnya. (jay/r2)
Editor : Prihadi Zoldic