Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Siap-siap, Kurikulum AI dan Coding Akan Mulai Masuk Kurikulum Sekolah Tahun ini

Redaksi Lombok Post • Senin, 12 Mei 2025 | 06:45 WIB

BELAJAR: Siswa MTsN 1 Mataram melaksanakan kegiatan belajar mengajar di madrasah setempat, tahun lalu.
BELAJAR: Siswa MTsN 1 Mataram melaksanakan kegiatan belajar mengajar di madrasah setempat, tahun lalu.
LombokPost -- Pemerintah pusat melalui Kemendikdasmen menyebutkan bahwa kurikulum AI dan coding akan mulai diterapkan pada tahun ajaran 2025-2026. Meski demikian, pelajaran ini belum bersifat wajib dan akan diberikan sebagai mata pelajaran pilihan.

 

Hal itu disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, usai peluncuran Gemini Academy dan Edukreator di Jakarta, Rabu (7/5). Ia menyebutkan bahwa naskah akademik dan capaian pembelajaran untuk AI dan coding telah rampung.

 

“Yang AI, kurikulum AI dan coding itu kami sudah selesai naskah akademiknya, juga sudah selesai capaian pembelajarannya. Sekarang sedang dalam proses untuk penerbitan peraturan menterinya,” ujar Mu’ti.

 

Saat ini, rancangan peraturan tersebut sedang dalam tahap harmonisasi dengan Kementerian Hukum dan kementerian teknis lainnya. Jika sudah disahkan, mata pelajaran ini akan mulai diterapkan secara bertahap di jenjang SD, SMP, dan SMA.

 

Mu’ti menegaskan bahwa pelajaran AI dan coding akan diperkenalkan mulai dari kelas 5 SD. Nantinya, siswa SMP dan SMA juga akan mendapat materi yang sesuai dengan tingkatannya.

 

“Pelajaran ini penting, dan idealnya diberikan sejak dini. Tapi tetap harus ada pendampingan dan panduan untuk guru,” kata Mu’ti.

 

Dalam pengembangan kurikulum ini, Kemendikdasmen menggandeng berbagai mitra, termasuk penyedia layanan coding dan teknologi edukasi. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan perkembangan AI yang terus bergerak cepat.

Baca Juga: iPhone 15 Smartphone Pertama yang Menyatukan Kreativitas, AI dan Kesehatan Digital dalam Satu Genggaman

 

Mu’ti juga mengingatkan bahwa penggunaan AI tidak lepas dari risiko. Salah satunya adalah potensi penyebaran informasi yang tidak akurat jika tidak digunakan dengan bijak.

 

“Karena dia bisa diakses dengan mudah dan bisa cepat maka kelemahannya adalah bisa jadi informasi yang diperoleh itu belum tentu informasi yang benar,” tutupnya.

 

Dengan peluncuran kurikulum ini, Kemendikdasmen berharap pelajar Indonesia semakin siap menghadapi era digital. Terutama dengan memahami dasar-dasar kecerdasan buatan dan pemrograman sejak dini.(jpg/r2)

Editor : Redaksi Lombok Post
#abdul mu’ti #coding #ai #kurikulum #kemendikdasmen