LombokPost- Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram mengumumkan informasi penting terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang SD dan SMP tahun ajaran 2025/2026.
Pengumuman ini disampaikan untuk memastikan seluruh masyarakat, khususnya orang tua dan calon siswa memiliki informasi yang lengkap dan akurat mengenai proses pendaftaran.
Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Kota Mataram Syarafudin menjelaskan, proses SPMB tahun ini akan mengedepankan prinsip transparansi, objektivitas, dan akuntabilitas.
“Kami telah menyiapkan mekanisme SPMB yang matang agar semua berjalan lancar dan adil. Informasi detail mengenai jadwal, jalur pendaftaran, serta persyaratan sudah kami sosialisasikan,” ujar Syaraf.
Beberapa poin penting disampaikan Dinas Pendidikan Kota Mataram. Seperti jadwal pendaftaran jenjang SMP dilakukan secara online di 24 SMP negeri di Kota Mataram. Untuk jalur prestasi dan afirmasi pendaftaran dibuka 23-25 Juni, pengumuman hasil 26 Juni dan daftar ulang pada 28-30 Juni.
Sedangkan jalur domisili dan mutasi orang tua/wali pendaftarannya dibuka pada 30 Juni-2 Juli, pengumuam hasil 3 Juli, dan daftar ulang pada 7-10 Juli.
Sementara untuk jenjang SD pendaftaran dilaksanakan secara offline di ratusan SD negeri di Kota Mataram. Untuk jalur prestasi dan mutasi orang tua/wali pendaftaran dibuka 23-25 Juni, pengumuman hasil 26 Juni dan daftar ulang pada 28-30 Juni. Sedangkan jalur domisili dibuka pada 30 Juni-2 Juli, pengumuman hasil 5 Juli, dan daftar ulang pada 7-10 Juli.
Syaraf menyebutkan, ketentuan jumlah rombel pada SPMB jenjang SMP negeri bervariasi. Maksimal 45 siswa per rombel di sejumlah sekolah yang peminatnya cukup banyak.
“Juknis yang ditetapkan pada SPMB terkait jumlah siswa per rombel tidak bisa berubah. Kalau sudah ditetapkan maksimal 42 siswa maka tidak boleh lebih,” tandas Syaraf.
Sementara itu, Kepala SMPN 13 Mataram H Ahmad Saehu mengatakan, jumlah siswa yang akan diterima pada SPMB 2025 sebanyak 420 orang yang terbagi dalam sepuluh rombel. Sementara jumlah siswa kelas XII yang lulus sebanyak 320 orang.
“Per rombel kita isi 42 siswa,” kata Saehu.
Ia mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pendidikan Kota Mataram karena telah memberikan kuota yang cukup ideal dengan animo masyarakat.
Dengan kepercayaan yang diberikan Dinas Pendidikan Kota Mataram tentu pihaknya akan menambah meja dan kursi. Karena jika tidak siswa akan belajar lesehan karena kurang kursi dan meja.
“Kita akan beli kursi dan meja menggunakan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Penggunaan dana BOS bisa dimanfaatkan untuk pembelian meubelair,” ujar Saehu.
Ia sudah melakukan rapat dengan dewan guru pada SPMB ini.
Ia menyosialisasikan SPMB 2025 ini ke bapak/ibu guru karena menjadi corong sekolah. “Guru harus tahu sistem SPMB 2025,” pungkasnya.
Editor : Siti Aeny Maryam