LombokPost- Pendaftaran SPMB 2025 di SMAN 1 Mataram untuk jalur afirmasi masih minim peminat.
Di hari pertama pendaftaran, Kamis (13/6), hanya enam calon siswa yang mendaftar dari total kuota sebanyak 129 siswa.
Jalur afirmasi SMAN 1 Mataram diperuntukkan bagi siswa dari keluarga ekonomi tidak mampu. Syaratnya adalah memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP), KKS, PKH, atau surat keterangan tidak mampu dari kelurahan atau desa. Namun, tiap tahun jalur ini selalu sepi pendaftar.
“Dari tahun ke tahun kuota jalur afirmasi selalu tidak terpenuhi," ujar Plt Kepala SMAN 1 Mataram Burhanudin.
Tahun ini, sekolah menerima total 432 siswa. Sebanyak 30 persen atau 129 kursi dialokasikan untuk jalur afirmasi.
Jika kuota tersebut tidak terpenuhi, maka akan dialihkan ke jalur domisili atau zonasi, yang mencakup beberapa wilayah seperti Pagesangan Barat, Punia, Pejeruk, Dasan Sari di Kota Mataram, dan Kecamatan Gunungsari di Lombok Barat.
“Pendaftar jalur afirmasi harus memiliki rekomendasi dari dinas juga,” tambah Burhanudin.
Selain jalur afirmasi, tersedia juga jalur perpindahan tugas orang tua, yang diperuntukkan bagi siswa dengan orang tua yang mendapat penugasan ke NTB, dibuktikan dengan surat resmi dari instansi atau perusahaan.
Sementara itu, Waka Humas SMAN 1 Mataram, Lalu Abdul Hayi, menyebutkan bahwa jalur prestasi justru paling ramai pendaftarnya.
"Yang ramai memang jalur prestasi, kalau afirmasi biasanya sepi," jelasnya.
Sepinya pendaftar jalur afirmasi SMAN 1 Mataram ini menjadi tantangan bagi upaya pemerataan akses pendidikan. Padahal, jalur afirmasi merupakan kesempatan emas bagi siswa dari keluarga tidak mampu untuk mengakses pendidikan berkualitas di sekolah favorit.
Editor : Prihadi Zoldic