Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ummat Beri Pelatihan Differentiated Instruction untuk Tingkatkan Kompetensi Mengajar Guru MI

Yuyun Kutari • Selasa, 17 Juni 2025 | 09:25 WIB
Foto bersama Tim Peneliti Ummat usai menggelar riset terkait pengaruh pelatihan differentiated instruction (DI) terhadap kompetensi mengajar guru MI.
Foto bersama Tim Peneliti Ummat usai menggelar riset terkait pengaruh pelatihan differentiated instruction (DI) terhadap kompetensi mengajar guru MI.

Lombok Post – Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) menaruh perhatian terhadap kompetensi mengajar guru Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Untuk itu, Tim Peneliti Ummat mengadakan penelitian terkait pengaruh pelatihan differential instruction (DI) terhadap kompetensi mengajar guru MI.

“Kami menganalisis perubahan yang terjadi dalam kemampuan guru dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran yang responsif terhadap keberagaman kebutuhan siswa, baik dalam hal gaya belajar, minat, maupun tingkat kemampuan,” terang Ketua Tim Peneliti Ummat Aqodiah, Selasa (17/6).

Baca Juga: UMMAT Kembangkan Potensi Perajin Pakaian Adat Lombok Lewat Pelatihan Menenun Berbasis Syariah dan Teknologi Digital

Sesuai tujuan, penelitian ini menilai perubahan yang terjadi pada penerapan metode pembelajaran oleh guru setelah mengikuti pelatihan DI yang diharapkan mampu memberikan variasi dalam strategi pembelajaran yang lebih efektif dan sesuai dengan karakteristik siswa.

Sebagai ketua tim, Aqodiah memiliki tanggung jawab utama dalam memimpin seluruh proses penelitian, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi hasil penelitian.

Dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman di bidang pendidikan, Aqodiah berperan penting dalam mengarahkan arah penelitian ini, serta dalam mengkoordinasikan seluruh tim agar tujuan penelitian tercapai.

Baca Juga: UMMAT Tingkatkan Pemahaman Kewirausahaan KWT Flora Barokah melalui Digitalisasi dan Pengolahan Limbah

Anggota tim peneliti yang juga dosen Ummat Baiq Ida Astini, memiliki keahlian di bidang pendidikan dan pengajaran.

Ia bertugas memberikan kontribusi dalam penyusunan materi, metodologi penelitian, serta melakukan analisis data terkait implementasi pelatihan DI, dalam meningkatkan kompetensi mengajar guru.

Anggota tim peneliti masih dari dosen Ummat, ada Ahadiah Agustina, berlatar belakang di bidang ekonomi dan syariah, bertugas menganalisis aspek-aspek yang lebih praktis dan administratif terkait dengan pelaksanaan pelatihan, serta memastikan bahwa implementasi pelatihan DI berjalan sesuai dengan rencana dan kebijakan yang berlaku di Madrasah Ibtidaiyah.

Khoirunnisa, anggota tim peneliti sekaligus mahasiswa Ummat berperan dalam mendukung pelaksanaan penelitian, termasuk dalam pengumpulan data, observasi, dan analisis lapangan.

Baca Juga: PMI Latih UMMAT di Malaysia, Kenalkan Pemasaran Produk di Marketplace

Sebagai anggota mahasiswa, Khoirunnisa memberikan perspektif yang lebih segar dan dapat membantu dalam penyebaran informasi atau data di kalangan mahasiswa dan praktisi pendidikan, serta memberikan kontribusi dalam pelaksanaan penelitian secara langsung di lapangan.

Seluruh tim bekerja untuk mengidentifikasi dampak dari pelatihan DI terhadap kemampuan guru dalam mengelola kelas yang heterogen.

“Guru diharapkan dapat menciptakan suasana pembelajaran yang lebih inklusif dan adaptif terhadap perbedaan yang ada di dalam kelas, yang pada pasangannya dapat meningkatkan kualitas interaksi antara guru dan siswa,” jelas Aqodiah.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Tempat Nongkrong di Kota Mataram, Cocok untuk WFA dan Mengerjakan Tugas

Selain itu, penelitian ini juga ingin memberikan dampak pelatihan DI terhadap hasil pembelajaran siswa, yang diukur melalui peningkatan pemahaman materi dan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran.

“Dengan ini, kami memberikan rekomendasi yang dapat digunakan dalam pengembangan kebijakan pelatihan guru di Madrasah Ibtidaiyah, guna memperbaiki dan memperkaya kualitas pendidikan yang diberikan kepada siswa,” tandasnya.

Anggota tim peneliti Ummat Baiq Ida Astini menjelaskan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimental.

“Penelitian ini melibatkan guru-guru MI sebagai sampel yang dipilih secara acak,” kata dia.

Baca Juga: Polres Lombok Utara Gelar Donor Darah Masal, 41 Kantong Terkumpul untuk Kemanusiaan

Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan observasi untuk mengukur perubahan dalam kompetensi mengajar guru sebelum dan sesudah pelatihan DI.

Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial, seperti uji atau ANOVA, untuk menilai pengaruh pelatihan terhadap kompetensi mengajar dan memastikan validitas dan reliabilitas data, instrumen penelitian yang telah diuji coba sebelumnya, dan penelitian ini juga memperhatikan etika dengan memperoleh persetujuan dari peserta.

Bagaimana pun, sasaran utama dari penelitian ini, mengukur pengaruh pelatihan DI terhadap kompetensi mengajar guru Madrasah Ibtidaiyah.

Baca Juga: Harta Deddy Corbuzier Hampir Rp1 Triliun! Baru Jadi Stafsus Menhan, Ini Rincian Lengkapnya

“Kami ingin meningkatkan kemampuan guru dalam merancang, melaksanakan, dan menyebarkan pembelajaran yang disesuaikan dengan keberagaman gaya belajar, kemampuan, dan minat siswa,” jelasnya.

Anggota tim peneliti Ummat Agustina menambahkan tujuan utama lain dari penelitian ini, untuk menyebarkan perubahan dalam cara guru mengelola kelas yang heterogen, serta meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa melalui penerapan strategi pembelajaran yang lebih variatif dan inklusif.

“Kami berharap dari penelitian ini, kedepannya pelatihan DI bisa terus diterapkan dan diadaptasi secara luas di lingkungan MI,” ujarnya.

Baca Juga: Sampah Jadi Listrik! NTB Kejar Target Net Zero Emission 2050 Lewat Proyek Waste to Energy

Agar dapat meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran yang lebih inklusif dan responsif terhadap keberagaman siswa. Kemudian, guru-guru yang dilatih akan lebih mampu mengelola kelas yang heterogen, serta merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan individu siswa, yang pada akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

“Mudah-mudahan memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan pendidikan, terutama dalam hal pelatihan profesional bagi guru, guna menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik dan lebih efektif di masa depan,” tutupnya.

Sebagai informasi, penelitian ini berasal dari dana hibah internal Ummat yang diberikan untuk mendukung pelaksanaan penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran di lingkungan Madrasah Ibtidaiyah melalui penerapan DI pelatihan.

Baca Juga: Jumlah Pendaftar Jalur Afirmasi di SMAN 4 Mataram Melebihi Kuota

Hibah ini memberikan fasilitas finansial bagi tim peneliti untuk menjalankan seluruh kegiatan penelitian, termasuk biaya untuk penyusunan materi pelatihan, pelaksanaan pelatihan, pengumpulan data, serta analisis dan publikasi hasil penelitian.

Dengan dukungan dana hibah internal ini, penelitian dapat dilaksanakan secara optimal, sehingga hasil yang diperoleh dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan pendidikan di MI, khususnya dalam meningkatkan kompetensi mengajar guru melalui pendekatan yang lebih responsif terhadap keberagaman siswa.

Editor : Kimda Farida
#Guru #pelatihan #madrasah ibtidaiyah #Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) #Penelitian #siswa