LombokPost- Universitas Mataram (Unram) menunjukkan langkah nyata dalam membangun ekonomi pesisir dan memperluas akses pendidikan bagi anak-anak miskin melalui pendirian Marine Research Center di Teluk Jor, Lombok Timur.
Marine Research Center Unram tidak hanya menjadi pusat riset kelautan.Tetapi juga solusi jangka panjang dalam upaya mengentaskan kemiskinan masyarakat pesisir dan menciptakan lapangan kerja berbasis blue economy.
Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Mataram Prof. Dr. Sitti Hilyana, Rabu lalu (18/6) mengatakan, ekonomi pesisir di Teluk Jor ini menyimpan potensi besar. Sejak 2003, pihaknya aktif mendampingi masyarakat dengan edukasi, riset, hingga produksi.
Salah satu contoh sukses adalah produksi kerupuk cangkang kepiting yang memanfaatkan limbah mangrove seluas 811 hektare. Produk ini mengandung kalsium tinggi, sehat, dan kini bernilai jual tinggi.
Produk lain seperti keripik kerang dan daging kepiting dada telah masuk hotel berbintang dengan harga hingga Rp 250 ribu per kilogram.
Unram juga mendorong penerapan silvofishery, sistem budidaya kepiting, kerang, dan kerapu mangrove tanpa merusak ekosistem hutan mangrove.
Kini masyarakat justru menjaga mangrove karena menyadari manfaat ekonominya. Eksploitasi kuda laut yang dulu marak juga berhasil ditekan.
“Dulu dijual Rp 5 ribu per ekor. Sekarang kita edukasi untuk konservasi karena nilainya bisa capai Rp 11 juta di luar negeri,” jelas Prof. Hilyana.
Marine Research Center akan fokus pada komoditas unggulan seperti rumput laut, lobster, bintang laut, dan cumi-cumi. Tak hanya itu, pusat ini juga jadi sarana pelatihan keterampilan masyarakat dan konservasi biota laut.
“Sekitar 98 persen warga sini miskin, banyak yang jadi TKI. Padahal kekayaan laut mereka luar biasa. Melalui pusat riset ini, kami dorong mereka untuk membangun daerah sendiri,” tambahnya.
Unram juga membuka jalur kuliah gratis bagi anak miskin berprestasi di Teluk Jor dan memperkuat keterampilan SMK/SMA sekitar agar selaras dengan potensi daerah.
Saat ini, pendirian Marine Research Center Unram sudah masuk tahap blueprint dengan dukungan JICA. Peneliti Unram juga menjalin kerja sama dengan institusi Jepang dan Tiongkok untuk memperkuat teknologi dan riset.
“Kawasan ini dekat dengan destinasi wisata unggulan seperti Pantai Pink. Potensi jasa kelautan, wisata, dan konservasi bisa mendorong ekonomi pesisir tumbuh lebih cepat dan berkelanjutan,” tutup Prof. Hilyana.**
Editor : Pujo Nugroho