LombokPost- Cara unik dikenalkan SDN 39 Mataram dalam membuat murid lebih cepat paham materi Matematika. Namanya Melantika atau Media Lagu Anak Matematika. Media pembelajaran ini dirancang untuk menyampaikan konsep bangun ruang dan bangun datar lewat lagu-lagu anak yang sudah akrab di telinga murid sejak dini.
Kepala SDN 39 Mataram Nur’asiah mengatakan, dengan media pembelajaran matematika berbasis lagu, murid tidak hanya mendengar.
Tetapi juga melihat dan merasakan bentuk nyata dari bangun ruang seperti kubus, limas, dan bola. Lagu-lagu seperti Balonku, Nenek Moyangku Seorang Pelaut, hingga Aku Tukang Pos dijadikan media ajar yang dikemas dalam format digital dan non-digital.
Penggunaan media Melantika di kelas tinggi terbukti membuat suasana belajar jadi lebih menyenangkan dan interaktif. Lewat lagu, murid diajak mengenali sifat-sifat bangun ruang, mulai dari sisi, titik sudut, hingga rusuk.
“Misalnya, saat lagu tentang kubus dinyanyikan, murid sambil memegang media bangun kubus dan menunjuk bagian-bagian sesuai lirik,” ucap Nur'asiah.
Menurutnya, metode ini berhasil meningkatkan hasil belajar sekaligus efisiensi waktu mengajar.
“Sebelumnya pembelajaran bisa molor, sekarang bisa selesai tepat waktu bahkan lebih cepat,” jelas Nur'asiah.
Tidak hanya berlaku di ruang kelas, Melantika juga bisa diakses dari rumah. Murid cukup memindai QR Code yang ada di buku saku lagu, lalu belajar lewat ponsel. Lagu-lagu ini juga dilengkapi notasi angka, memudahkan murid mengenal konsep dasar musik seperti do-re-mi, yang langsung diaplikasikan dalam angka.
“Selain itu, media ini juga menyediakan link evaluasi dan kuis, membuat proses belajar semakin interaktif,” ucap Nur'asiah.
Inovasi media pembelajaran matematika ini tidak hanya bermanfaat bagi murid. Guru juga jadi lebih mudah mengajar tanpa harus repot menyiapkan banyak alat bantu. Sekolah pun bisa menghemat anggaran. Karena media ini bisa disimpan di Google Drive dan digunakan berulang kali.
Bagi orang tua kata Nur, Melantika dapat menjadi alat bantu belajar di rumah yang mudah digunakan, hemat biaya, dan menarik perhatian anak-anak.
Ia menyebutkan, setelah penerapan Melantika, hasil belajar murid meningkat signifikan. Materi bangun ruang yang sebelumnya sulit dipahami, kini jadi lebih mudah dicerna.
“Tingkat numerasi murid SDN 39 Mataram yang semula berada di kategori sedang mulai menunjukkan peningkatan,” ujar Nur'asiah.
Media Melantika menjadi bukti bahwa kreativitas guru mampu menciptakan pembelajaran yang efektif, menyenangkan, dan berdampak langsung pada kualitas belajar murid.
Media ini bukan hanya sekadar alat bantu mengajar, tapi juga bagian dari gerakan transformasi pembelajaran di era digital.
“Dengan pendekatan yang menyenangkan, murid tak lagi takut pada Matematika. Justru sebaliknya, mereka mulai menyukainya lewat lagu,” tutupnya.
Editor : Siti Aeny Maryam