LombokPost- Pengendalian rokok untuk kesehatan di NTB terus diperkuat. Universitas Mataram (Unram) bersama Puslit Udayana Central Fakultas Kedokteran Universitas Udayana menggelar Workshop Penguatan Program Pengendalian Rokok di Provinsi NTB, Kamis lalu (3/7).
Kegiatan ini menegaskan komitmen bersama untuk menekan dampak buruk rokok bagi kesehatan masyarakat.
Workshop Penguatan Pengendalian Rokok ini diinisiasi oleh Program Studi S-2 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Unram. Acara ini mempertemukan akademisi, pemerintah, dan pegiat kesehatan yang sepakat untuk memperkuat pengendalian rokok di NTB demi menjaga kesehatan masyarakat.
Gubernur NTB melalui Asisten III Setda NTB Eva Dewiyani, SP mengapresiasi langkah Unram dan Udayana dalam mendorong sinergi pengendalian rokok di NTB. Pengendalian rokok untuk kesehatan dinilai memerlukan intervensi sistematis, berkelanjutan, dan berbasis kolaborasi.
“Keberhasilan pengendalian rokok sangat bergantung pada sinergi semua pihak, dari pemerintah, dinas kesehatan, akademisi, hingga masyarakat,” tegas Eva.
Ia menyoroti pentingnya peran Dinas Kesehatan dan Satpol PP dalam mengawasi pelaksanaan kawasan tanpa rokok. Instansi lain diharapkan mendukung implementasi pengendalian rokok untuk kesehatan di lingkungan masing-masing.
Sementara itu, Wakil Rektor Unram, Prof. Akmaluddin, menegaskan, Unram berkomitmen penuh untuk menjaga kawasan kampus bebas rokok.
Ia mengakui dilema antara aspek kesehatan dan ekonomi yang dihadapi dalam isu pengendalian rokok di NTB.
“Unram akan mengambil sikap seimbang. Kita ingin ada solusi terbaik yang memperhatikan kesehatan namun tidak abai terhadap kontribusi ekonomi,” ujarnya.
Ketua Udayana Central dr. Putu Ayu Swandewi Astuti, MPH, menambahkan, workshop ini selaras dengan Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023 dan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024, yang memperkuat pengendalian perilaku merokok secara nasional.
Dalam sesi workshop, para peserta menandatangani komitmen bersama pengendalian tembakau di NTB.
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan Focus Group Discussion (FGD) guna merumuskan strategi pengendalian rokok berbasis kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan.
Penguatan pengendalian rokok untuk kesehatan di NTB diharapkan menjadi langkah nyata menuju masyarakat yang lebih sehat dan lingkungan yang bersih dari asap rokok. Upaya berkelanjutan akan terus digalakkan demi generasi NTB yang bebas dari bahaya rokok.
Editor : Siti Aeny Maryam