LombokPost--Meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan pelajar terhadap kondisi darurat medis, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Mataram (FKIK Unram) menggelar pelatihan bantuan hidup dasar dan skrining jantung di MTsN 1 Mataram, Selasa (15/7).
Pelatihan bantuan hidup dasar (BHD) ini menyasar siswa dan guru.
Di saat yang sama, para guru juga mengikuti skrining jantung dan pemeriksaan kesehatan menyeluruh.
Kegiatan ini menjadi upaya nyata FKIK Unram dalam memberikan edukasi kesehatan pelajar dan meningkatkan deteksi dini risiko penyakit jantung.
BHD Penting untuk Cegah Kematian Akibat Henti Jantung
Setiap 90 detik, satu orang di Indonesia meninggal akibat henti jantung.
Sayangnya, kesadaran masyarakat untuk melakukan resusitasi jantung paru masih rendah.
Padahal, menurut dr. Yusra Pintaningrum, SpJP, dosen FKIK Unram, bantuan hidup dasar sangat krusial dalam menyelamatkan nyawa.
“Jika dilakukan pijat jantung dalam satu menit pertama, angka harapan hidup bisa mencapai 36,8 persen. Tapi jika lewat 30 menit, peluang hidup kurang dari satu persen,” ujarnya.
Pelatihan BHD dimulai dari teori yang disampaikan oleh dokter muda Rezky, lalu dilanjutkan praktik langsung menggunakan manekin.
Siswa dan guru dilatih untuk mengenali kondisi henti jantung, mengecek respons korban, memanggil bantuan 119, dan langsung melakukan pijat jantung dengan teknik yang benar.
Skrining Jantung untuk Deteksi Dini Penyakit Metabolik
Untuk guru MTsN 1 Mataram, FKIK Unram juga menyediakan layanan skrining jantung berupa pemeriksaan tekanan darah, elektrokardiogram (EKG), gula darah, kolesterol, dan asam urat.
“Deteksi dini penyakit jantung ini sangat penting bagi guru. Banyak yang tidak sadar punya risiko tinggi,” ujar Kepala MTsN 1 Mataram, Dra. Hj. Rusniah.
Setelah skrining, guru juga mendapat sesi konsultasi langsung dengan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah.
Balut Bidai dan Perawatan Luka untuk Siswa PMR
Selain bantuan hidup dasar, siswa juga mendapatkan pelatihan balut bidai dan perawatan luka.
Mereka diajarkan cara mengenali tanda patah tulang, memeriksa PMS (pulse, motorik, sensorik), menggunakan mitela dan perban, serta membidaikan tulang secara benar.
Pelatihan ini didampingi para calon dokter bedah dan dokter muda FKIK Unram, yang dengan sabar melatih satu per satu siswa Palang Merah Remaja (PMR).
Tanam Jiwa Peduli Sejak Dini
Di akhir kegiatan, FKIK Unram memberikan cenderamata berupa buku “100 Tanya Jawab Penyakit Jantung” karya mahasiswa FKIK.
Buku ini diharapkan menambah literasi kesehatan bagi guru dan siswa.
Melalui pelatihan bantuan hidup dasar dan skrining jantung, siswa MTsN 1 Mataram diharapkan menjadi agen perubahan, tanggap darurat, dan peduli terhadap kesehatan keluarga serta masyarakat.
Editor : Kimda Farida