LombokPost- Dalam upaya memperkuat karakter dan pendidikan keagamaan siswa, SMPN 21 Mataram (Spendusa) meluncurkan program pembinaan baca Alquran dan fiqih dasar bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mataram.
Program ini menjadi langkah strategis menjawab kebutuhan siswa yang belum lancar membaca Alquran dan belum memahami ilmu fiqih secara menyeluruh.
Plt Kepala SMPN 21 Mataram Rohana Helmi menjelaskan, pembinaan baca Alquran dan fiqih ini merupakan respons nyata dari kondisi siswa di sekolah.
“Kami menemukan masih ada siswa yang belum belum bisa membaca Alquran. Ini menjadi perhatian utama kami, karena pendidikan agama Islam adalah fondasi karakter dan moral siswa,” ujar Rohana, Sabtu lalu (19/7).
Program pembinaan baca Alquran dan fiqih dasar ini dilaksanakan dalam kelompok kecil agar pembelajaran lebih efektif.
Para pembimbing dari Kemenag akan menggunakan metode ramah, komunikatif, dan berbasis praktik, agar siswa lebih mudah memahami materi seperti tata cara salat dan bersuci (taharah).
“Metode ini sudah kami terapkan di sekolah, tapi hari ini kita gandeng Kemenag,” tutur Rohana.
Tak hanya fokus pada kemampuan teknis, program ini juga menyasar penguatan spiritual dan karakter Islami siswa.
Rohana berharap, siswa tidak hanya cakap secara akademik tetapi juga kuat dari sisi iman dan akhlak.
“Generasi muda harus memiliki akhlak mulia dan pemahaman agama yang kuat agar siap menghadapi tantangan zaman. Ini bagian dari misi kami di sekolah,” jelasnya.
Program pembinaan baca Alquran dan fiqih dasar ini berjalan secara rutin di luar jam pelajaran utama. Hal ini dilakukan agar tidak mengganggu pelajaran inti namun tetap memberi ruang optimal bagi pendidikan agama.
Rohana menambahkan, sinergi antara sekolah dan Kemenag ini diharapkan menjadi model pembinaan pendidikan agama Islam.
“Kita tidak bisa membiarkan siswa kehilangan dasar-dasar agamanya. Ini investasi moral dan spiritual untuk masa depan,” tegasnya.
Ia menilai, program pembinaan baca Alquran dan fiqih bersama Kemenag sebagai bentuk nyata pendidikan karakter berbasis nilai Islam. Dengan pendekatan praktik dan rutin, program ini diharapkan memperkuat akhlak, ibadah, dan spiritualitas siswa.
Editor : Siti Aeny Maryam