LombokPost- Sejumlah sekolah terdampak banjir Mataram mendapat perhatian serius dari pemerintah. Bantuan rehabilitasi segera digelontorkan untuk mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan dan memastikan aktivitas belajar mengajar kembali normal.
Banjir yang melanda Kota Mataram pada Minggu lalu (6/7) bukan hanya merendam permukiman, tetapi juga merusak infrastruktur di berbagai sekolah.
Sejumlah sekolah terdampak banjir Mataram seperti SMPN 22 Mataram, SMPN 16 Mataram, dan SDN 48 Cakranegara mengalami kerusakan fisik serta kerusakan sarana belajar seperti meja, kursi, buku, dan alat peraga.
Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) NTB bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram telah bergerak cepat. Bantuan akan disalurkan sesuai usulan dan hasil verifikasi lapangan.
“Bantuan ini berasal dari Anggaran Biaya Tambahan (ABT) dan akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan masing-masing sekolah,” kata Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdik Kota Mataram Syarafudin, Senin (21/7).
Tak hanya sekolah yang rusak fisik seperti SMPN 22, SMPN 16, dan SDN 48 Cakranegara yang akan mendaoat bantuan.
Namun juga sekolah lain seperti SMPN 13 Mataram, SMPN 21 Mataram, dan SMPN 20 Mataram juga akan mendapat dukungan meski tidak mengalami kerusakan berat.
“Sekolah terdampak banjir Mataram ini tetap membutuhkan pengadaan ulang alat belajar dan pemulihan suasana kelas,” ucap Syarafudin.
Yusferdian, staf Sarpras Dikdas Disdik Kota Mataram mengatakan, pemulihan cepat sangat penting agar proses belajar mengajar tidak terganggu.
“Kami sudah turun langsung ke lokasi sekolah terdampak. Bantuan ini menjadi prioritas,” tegasnya.
Disdik Kota Mataram menargetkan proses rehabilitasi berjalan dalam waktu dekat.
Semua sekolah terdampak banjir Mataram akan difasilitasi, terutama yang mengalami kerusakan berat seperti SMPN 22 Mataram, SMPN 16 Mataram, SDN 48 Cakranegara, serta sekolah lain yang terdampak banjir di berbagai kecamatan.
Bantuan ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan kegiatan belajar sekaligus memastikan hak siswa untuk mendapatkan pendidikan tetap terpenuhi.
Editor : Pujo Nugroho