LombokPost- PGRI NTB terus menggencarkan aksi donasi untuk korban banjir Mataram.
Fokus utama dari gerakan kemanusiaan ini adalah memberikan bantuan pendidikan anak-anak terdampak, terutama berupa tas sekolah, alat tulis, seragam, dan kebutuhan belajar lainnya.
Donasi untuk korban banjir Mataram ini merupakan upaya PGRI NTB menjaga semangat belajar anak-anak agar tidak padam meski tengah dilanda bencana.
“Banjir bukan hanya membuat rumah rusak, tapi juga membuat anak-anak kehilangan perlengkapan sekolah. Itu bisa membuat mereka enggan atau malu kembali ke sekolah. Maka kami ingin hadir memberi semangat lewat bantuan pendidikan,” kata Sekretaris PGRI NTB Cahyo Wirawan, Jumat (25/7).
Penggalangan donasi banjir Mataram dilakukan secara terbuka dan terus berjalan. Para guru yang tergabung dalam PGRI NTB diajak aktif terlibat dalam gerakan sosial ini.
Bantuan akan disesuaikan dengan hasil asesmen di lapangan agar tepat sasaran dan benar-benar membantu proses belajar anak-anak korban banjir Mataram.
PGRI NTB juga mengajak masyarakat untuk turut serta dalam penggalangan donasi korban banjir Mataram. Donasi bisa disalurkan melalui rekening resmi atau datang langsung ke Sekretariat PGRI NTB.
“Sekecil apapun bantuan, akan sangat berarti bagi anak-anak untuk kembali sekolah dengan semangat baru,” tambah Cahyo.
Ketua Satgas PGRI NTB Peduli Banjir Mataram Chamim Tohari menyebutkan, hingga saat ini total donasi yang telah terkumpul di PGRI NTB mencapai Rp 10 juta.
Dana tersebut akan segera disalurkan, baik dalam bentuk barang maupun uang, tergantung hasil rapat bersama yang digelar hari ini.
“Kita akan tentukan apakah bantuan dibelanjakan perlengkapan sekolah atau disalurkan dalam bentuk uang. Yang pasti, bantuan ini segera kita distribusikan,” tandasnya.
Editor : Pujo Nugroho