LombokPost- Universitas Mataram (Unram) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat swasembada pangan nasional.
Dalam kuliah umum bertajuk ‘Mewujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia’ Unram menghadirkan Prof Jafar Hafsah, Guru Besar Agribisnis Pascasarjana PTIQ Jakarta sekaligus Wakil Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).
Kegiatan yang digelar di Ruang Sidang Senat Rektorat Unram Sabtu lalu (26/7)menjadi momentum penting untuk memperkuat strategi nasional menuju ketahanan pangan dan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.
Rektor Unram Prof Bambang Hari Kusumo menyoroti persoalan serius yang masih membayangi sektor pangan nasional, yakni food loss dan food waste.
Ia mengajak seluruh civitas akademika untuk memperkuat diversifikasi pangan lokal, terutama dengan mengembangkan potensi umbi-umbian lokal sebagai pangan alternatif.
“Kita harus menekan food loss dan food waste, sekaligus dorong diversifikasi pangan lokal seperti umbi-umbian agar ketahanan pangan bisa terwujud,” tegas Prof Bambang.
Menurutnya, Fakultas Pertanian Unram harus menjadi pelopor dalam mengembangkan model percontohan pangan berbasis lokal sebagai solusi konkret untuk mendukung swasembada pangan yang berkelanjutan.
Sementara itu Prof Jafar Hafsah menyampaikan, bahwa pangan merupakan sektor strategis yang akan menentukan arah masa depan bangsa.Negara yang kuat dan berdaulat adalah negara yang mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri dan berkelanjutan.
Dalam kuliah umum ini Prof Jafar juga menguraikan visi besar Indonesia Emas 2045 yang digagas Presiden Prabowo Subianto.Visi ini didukung melalui delapan Asta Cita, 18 program prioritas, dan delapan hasil cepat, termasuk program strategis seperti makan bergizi gratis dan pencetakan lahan pertanian.
“Pangan adalah sektor induk. Negara yang mampu mandiri di sektor ini akan kuat dalam segala aspek,” ujarnya.
Untuk mewujudkan swasembada pangan Prof Jafar memaparkan sejumlah strategi. Antara lain penguatan SDM pertanian berkelanjutan, pendirian balai latihan kerja pertanian di setiap provinsi, sekolah lapang digital berbasis desa. Serta program beasiswa dan inkubasi bisnis pertanian untuk generasi muda.
Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital, dukungan infrastruktur. Serta pembiayaan yang tepat untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian.
Kuliah umum ini menjadi ruang strategis bagi Unram untuk membangun peran nyata dalam agenda nasional. Dengan kolaborasi antar sektor, inovasi pertanian, dan penguatan pangan lokal, Indonesia diyakini dapat menggapai cita-cita sebagai lumbung pangan dunia yang tangguh.*
Editor : Prihadi Zoldic