LombokPost - Program Salju (Sarapan Lezat Jumat) MAN Lombok Barat terus menjadi magnet pembentuk karakter siswa.
Program yang digelar setiap Jumat pagi ini tidak hanya memberi energi fisik, tetapi juga menumbuhkan nilai spiritual dan sosial di lingkungan madrasah.
Sejak awal pelaksanaannya, Program Salju MAN Lombok Barat telah menjadi sarana mempererat ukhuwah siswa, guru, dan pegawai.
Setiap pekan, mereka berkumpul dalam suasana hangat, memulai kegiatan dengan doa bersama, lalu menyantap sarapan yang disiapkan secara bergilir oleh warga madrasah.
Menurut Kepala MAN Lombok Barat Abdul Azis Faradi, program Salju MAN Lombok Barat mengandung makna mendalam.
“Bukan sekadar sarapan, tapi ini momen untuk belajar bersyukur, memperkuat kebersamaan, dan membiasakan berbagi,” tuturnya, Jumat (8/8).
Azis menjelaskan, makanan yang disajikan dalam kegiatan Salju MAN Lombok Barat bukan hanya halal dan sehat, tapi juga sarat nilai spiritual.
“Dari makanan halal yang dibagikan dengan niat ikhlas, muncul energi positif yang bisa mendorong siswa lebih semangat dalam belajar dan berbuat baik,” jelasnya.
Menu sarapan yang disajikan dalam program Salju MAN Lombok Barat sangat beragam. Ada nasi bungkus tradisional khas lokal, hingga jajanan kekinian yang digemari siswa.
Sajian bergiliran ini menjadi simbol kebersamaan dan gotong royong antarelemen madrasah.
Kegiatan program Salju MAN Lombok Barat juga menjadi sarana pembelajaran sosial. Siswa tidak hanya belajar akademik di kelas, tapi juga nilai-nilai kehidupan seperti empati, toleransi, dan kerja sama.
Program ini sekaligus menghapus sekat antara siswa, guru, dan pegawai. Semua menyatu dalam satu keluarga besar madrasah.
Melihat dampak positifnya, pihak madrasah berencana mengembangkan program Salju MAN Lombok Barat ke luar sekolah.
“Ke depan, kami ingin kegiatan ini menjangkau masyarakat sekitar agar keberkahan Salju tak hanya dirasakan warga madrasah, tapi juga lingkungan sekitar,” pungkas Azis.
Aprilia, siswi kelas XI MAN Lombok Barat mengaku kegiatan ini menjadi saat yang paling ditunggu setiap pekan.
“Rasanya kayak sarapan bareng keluarga di rumah. Kami jadi lebih dekat dan peduli satu sama lain,” ungkapnya.
Dengan program Salju MAN Lombok Barat, madrasah ini membuktikan bahwa pendidikan karakter bisa dimulai dari hal sederhana. Seperti sepiring sarapan bersama yang penuh keberkahan.(*)
Editor : Prihadi Zoldic